kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BNI jajaki utang luar negeri di 2016


Selasa, 25 Agustus 2015 / 19:09 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Bank BNI (persero) mengaku menjajaki utang luar negeri untuk ekspansi kredit dan refinancing pinjaman jatuh tempo tahun 2016 mendatang. Sejauh ini, BNI masih mempertimbangkan jumlah pinjamannya.

Sekretaris Perusahaan Bank BNI, Tribuana Tunggadewi mengatakan dalam jangka pendek akan mengandalkan pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar US$ 1 miliar. Nah, terkait dengan utang dari CDB ini, Dewi mengharapkan akan bisa direalisasikan pada semester dua ini. “Rencananya pinjaman ini akan digunakan untuk ekspansi kredit,” ujar Tribuana kepada KONTAN, Selasa (25/8).

Nah selain ekspansi kredit, nantinya pinjaman dari CDB ini akan digunakan untuk pembiayaan infrastruktur pemerintah dalam valuta asing. Secara umum, porsi pinjaman luar negeri bank BNI sampai semester pertama 2015 ini relatif kecil karena sebagian besar kebutuhan valas masih ditopang dari dana nasabah.

Selain itu ke depannya BNI akan terus melakukan pengelolaan posisi valas sesuai dengan mitigasi risiko secara hasilan dan disesuaikan dengan kondisi pasar baik global regional maupun domestik.

Sebelumnya Bank Indonesia merilis, data utang luar negeri perbankan Indonesia pada semester pertama 2015 ini mengalami kenaikan 15,53% menjadi US$ 31,7 miliar. Kenaikan ini utamanya dikontribusikan dari utang bank swasta nasional yang menyumbang 47,89% dari total utang atau sebesar US$ 15,2 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×