kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BNI Life Catat Pendapatan Premi Tembus Rp 5,4 Triliun pada Tahun 2023


Rabu, 21 Februari 2024 / 14:56 WIB
BNI Life Catat Pendapatan Premi Tembus Rp 5,4 Triliun pada Tahun 2023
ILUSTRASI. Aktivitas di kantor PT BNI Life Jakarta, Senin (3/8). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/03/08/2018.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT BNI Life Insurance membukukan pendapatan premi yang cukup signifikan di sepanjang tahun 2023. Di tahun ini, perusahaan optimis pendapatan premi bakal terkerek 19% year on year (YoY).

Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan menyebutkan pendapatan premi BNI Life tumbuh sebesar 7,6% yoy menjadi Rp 5,4 triliun (unaudited) di tahun 2023. Menurutnya, ini ditopang dari naiknya premi employee benefit.

“Pertumbuhan pendapatan premi BNI Life di 2023 ditopang oleh kenaikan premi dari kanal employee benefit dari Rp 1,2 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 1,8 triliun pada tahun 2023,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (20/2).

Di sisi lain, Eben menyebutkan, total pembayaran klaim dan manfaat BNI Life mengalami pertumbuhan sebesar 17,3% YoY menjadi Rp 4,2 triliun. Di mana, klaim paling besar berasal dari klaim jatuh tempo (klaim maturity) sebesar Rp 1,85 triliun.

Baca Juga: MSIG Life Bukukan Total Pendapatan Premi Rp 2,8 Triliun pada Tahun 2023

“BNI Life tetap optimis dapat mempertahankan kinerja baik di tahun ini dengan mempersiapkan strategi bisnis untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Terdapat tantangan terkait kondisi market yang belum stabil dan isu geopolitik yang memperlambat pemulihan ekonomi serta kami juga menilai bahwa tahun politik pada 2024 akan berpengaruh pada pergerakan ekonomi,” terangnya.

Lebih lanjut, Eben menambahkan, di tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan premi tembus di angka Rp 6,4 triliun atau tumbuh sekitar 19% dari perolehan tahun 2023. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk meraih target tersebut.

“Strategi perusahaan untuk mendukung pertumbuhan kinerja di antaranya mempertahankan produk premi reguler yang menguntungkan, mengoptimalkan kinerja investasi, menerapkan otomasi dan digitalisasi proses bisnis, serta fokus pada peningkatan kapabilitas dan produktivitas sumber daya manusia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi premi asuransi jiwa masih terkontraksi sebesar 7,99% year on year (YoY) menjadi Rp 117,41 triliun di tahun 2023. Tingkat kesehatan alias risk based capital (RBC) asuransi jiwa saat ini berada di level 457,98% jauh di atas threshold 120%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×