kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BNI mengaku sulit pangkas NIM


Senin, 24 Januari 2011 / 09:27 WIB


Reporter: Wahyu Satriani |

JAKARTA. PT BNI Tbk (BBNI) mengaku sulit meningkatkan efisiensi dan menekan margin bunga alis net interest margin (NIM).

Direktur Utama BNI Gatot Suwondo mengatakan, saat ini NIM BNI tercatat sebesar 5,9%, sedangkan rasio beban operasional dibandingkan beban operasional (BOPO) masih di bawah 80%.

"Kami tidak bisa over nett menekan NIM, kalau ditekan berat bagi kami," ujar Gatot, akhir pekan lalu.

Menurutnya, efisiensi perbankan bisa ditingkatkan dengan cara memanfaatkan elektronik banking (e-banking). Layanan ini dinilai bisa menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh perbankan apabila dibandingkan dengan layanan konvensional.

"Agar lebih efisien, bank beropersi dari elektronik seperti e-banking yang low cost," kata Gatot.

Namun sayang, hingga kini masyarakat Indonesia masih belum menerima layanan e-banking. Akibatnya pengguna e-banking masih minim dan efisiensi perbankan masih sulit untuk ditingkatkan. "Harus ada edukasi, ini masih perlu proses," kata Gatot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×