kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

BNI mengaku sulit pangkas NIM


Senin, 24 Januari 2011 / 09:27 WIB


Reporter: Wahyu Satriani |

JAKARTA. PT BNI Tbk (BBNI) mengaku sulit meningkatkan efisiensi dan menekan margin bunga alis net interest margin (NIM).

Direktur Utama BNI Gatot Suwondo mengatakan, saat ini NIM BNI tercatat sebesar 5,9%, sedangkan rasio beban operasional dibandingkan beban operasional (BOPO) masih di bawah 80%.

"Kami tidak bisa over nett menekan NIM, kalau ditekan berat bagi kami," ujar Gatot, akhir pekan lalu.

Menurutnya, efisiensi perbankan bisa ditingkatkan dengan cara memanfaatkan elektronik banking (e-banking). Layanan ini dinilai bisa menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh perbankan apabila dibandingkan dengan layanan konvensional.

"Agar lebih efisien, bank beropersi dari elektronik seperti e-banking yang low cost," kata Gatot.

Namun sayang, hingga kini masyarakat Indonesia masih belum menerima layanan e-banking. Akibatnya pengguna e-banking masih minim dan efisiensi perbankan masih sulit untuk ditingkatkan. "Harus ada edukasi, ini masih perlu proses," kata Gatot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





[X]
×