kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.732   -126,73   -1,85%
  • KOMPAS100 895   -20,28   -2,22%
  • LQ45 659   -11,16   -1,67%
  • ISSI 243   -4,50   -1,82%
  • IDX30 372   -5,18   -1,37%
  • IDXHIDIV20 456   -5,33   -1,15%
  • IDX80 102   -1,96   -1,88%
  • IDXV30 130   -1,76   -1,33%
  • IDXQ30 119   -1,17   -0,97%

BNI pangkas target pertumbuhan KPR jadi 20%


Jumat, 11 April 2014 / 18:39 WIB
ILUSTRASI. Ini 5 Cara Menghapus Halaman Kosong di Word, Catat!


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (BBNI) Tbk menargetkan pertumbuhan Kredit kepemilikan Rumah (KPR) 20% tahun kuda kayu ini. Target ini lebih lambat dari pertumbuhan KPR  bank BNI tahun lalu yang mencapai 26%.

"Untuk KPR mengalami perlambatan karena ada aturan LTV (loan to value) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia," ujar General Manager BNI Dodit Wiweko Prabojakti di Jakarta, Jumat (11/4). Dodit menjelaskan, dengan target pertumbuhan 20%, maka secara nilai perseroan menargetkan KPR sebesar Rp 38 triliun.

"Diharapkan setiap bulan pencairan kredit KPR rata-rata adalah Rp 1 triliun dan akan menjadi Rp 38 triliun di akhir 2014. Angka itu lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kredit KPR tahun lalu yang mencapai 26%," ucap Dodit.

Meski begitu, Dodit mengaku, perlambatan penyaluran kredit tak menjadi masalah berarti bagi perseroan. Sebab, sepanjang ada keseimbangan berupa masuknya dana murah atau current account saving account (CASA) dana pihak ketiga (DPK), maka rasio pembiayaan atas pendanaan atau loan to deposit ratio (LDR) berada di level yang aman. "BNI masih memiliki LDR yang bagus," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×