kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

BNI Telah Salurkan KUR Rp1,7 Triliun hingga Februari 2026


Kamis, 02 April 2026 / 15:35 WIB
BNI Telah Salurkan KUR Rp1,7 Triliun hingga Februari 2026
ILUSTRASI. Petugas bank menghitung uang Nominal Seratu Ribu Rupiah (KONTAN/Hendra Suhara)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,7 triliun hingga Februari 2026. Penyaluran tersebut telah menjangkau 7.607 debitur dan didominasi oleh sektor perdagangan.

Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, capaian tersebut masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan perseroan.

“Secara alokasi proporsional hingga Februari 2026 telah mencapai 104%,” ujarnya kepada kontan.co.id.

Baca Juga: Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Rp7,35 Triliun hingga Februari 2026

Dari sisi kualitas kredit, BNI memastikan portofolio KUR tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) KUR tercatat sebesar 2,70% hingga Februari 2026.

“Kinerja ini didorong oleh penguatan pengelolaan manajemen risiko,” jelas Iqbal.

Ke depan, BNI menargetkan rasio NPL KUR tetap berada di bawah level tersebut guna menjaga kualitas pembiayaan.

Adapun sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk penyaluran KUR sepanjang tahun ini meliputi sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, industri, dan jasa. Selain itu, BNI juga fokus mendukung sektor prioritas pemerintah, khususnya ketahanan pangan.

Untuk mempercepat penyerapan sekaligus menjaga kualitas kredit, BNI mengandalkan strategi yang selaras dengan program pemerintah dalam penguatan ekonomi kerakyatan.

BNI juga terus memperkuat proses penyaluran KUR melalui digitalisasi guna meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam penilaian kelayakan debitur UMKM.

Dengan strategi tersebut, BNI optimistis penyaluran KUR sepanjang 2026 dapat tumbuh optimal dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Baca Juga: AAUI Sebut Inflasi Medis Paling Berpengaruh pada Asuransi Kesehatan Segmen Individu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×