kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.975   62,00   0,35%
  • IDX 5.661   17,50   0,31%
  • KOMPAS100 731   2,86   0,39%
  • LQ45 556   2,57   0,46%
  • ISSI 197   -0,05   -0,03%
  • IDX30 315   0,71   0,23%
  • IDXHIDIV20 389   -0,69   -0,18%
  • IDX80 83   0,23   0,28%
  • IDXV30 106   -0,85   -0,80%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

BNI tempatkan Rp 72,5 triliun di surat berharga


Minggu, 05 Februari 2017 / 15:52 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan penempatan dana di surat berharga selama 2016 sebesar Rp 72,5 triliun. Angka ini naik 52,15% secara tahunan atau year on year (yoy).

Panji Irawan, Direktur Treasury dan Internasional BNI mengatakan, kebutuhan bank terhadap surat berharga tumbuh sejalan dengan pembentukan portofolio alat likuid.

"Hal ini dalam rangka mengelola LCR (likuidity coverage ratio) dan optimalisasi likuiditas bank," ujar Panji, Minggu (5/2).

Selain itu, kata Panji, pemenuhan likuiditas dari surat berharga ini juga sejalan dengan sifat surat berharga yang bisa diperjualbelikan. Hal ini menyebabkan secara umum kebutuhan terhadap surat berharga (SUN) pada tahun ini akan tetap tumbuh.

Beberapa instrumen surat berharga yang dipilih bank berkode BBNI ini diantaranya surat berharga baik valas maupun rupiah dari Kementerian Keuangan. Selain itu Global bonds, Samurai bonds dan Euro bonds juga menjadi alternatif instrumen surat berharga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×