kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BNI yakin sektor manufaktur simpan potensi besar


Minggu, 06 Agustus 2017 / 19:34 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menilai, sektor industri manufaktur masih mempunyai potensi besar untuk berkembang. Hal ini sejalan dengan data industri manufaktur yang sudah tumbuh membaik pada awal 2017.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI mengatakan BNI akan memanfaatkan momentum tersebut dengan fokus ke industri manufaktur yang mempunyai rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) rendah.

"Ini sejalan dengan bisnis bank pada tahun ini yang akan melakukan ekspansi pada pasar yang spesifik di sektor yang dipulih untuk menhaga kualitas dan yield," ujar Herry kepada KONTAN, Minggu (6/8).

Menurut Herry, sektor manufakatur sektor menengah bisa menjadi alternatif mendorong meningkatna pembiayaan BNI di industri manufaktur.

Beberapa industri yang masih potensial antaranya adalah makanan dan minuman, alat angkut, dan kelautan.

Sampai semester I-2017, sumbangan kredit manufaktur terbesar adalah dari industri kimia dan farmasi dengan porsi 12,5% atau Rp 8,7 triliun. Kedua makanan dan minuman sebesar 12% dari total kredit manufaktur atau Rp 8,4 triliun.

Untuk pertumbuhan kredit manufaktur khususnya makanan dan minuman dalam satu tahun terahir tercatat sebesar 17% dibanding semester I-2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×