kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.963   4,00   0,02%
  • IDX 5.899   -3,11   -0,05%
  • KOMPAS100 783   0,24   0,03%
  • LQ45 590   0,83   0,14%
  • ISSI 202   0,42   0,21%
  • IDX30 336   0,72   0,21%
  • IDXHIDIV20 415   1,61   0,39%
  • IDX80 88   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   0,34   0,31%
  • IDXQ30 108   0,41   0,38%

BOPO Industri Multifinance Turun Jadi 79,21% per April 2026


Selasa, 09 Juni 2026 / 10:52 WIB
BOPO Industri Multifinance Turun Jadi 79,21% per April 2026
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) industri multifinance mulai turun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, BOPO industri multifinance sebesar 79,21% per April 2026.

"Angka BOPO industri multifinance per April 2026 menurun, jika dibandingkan posisi per April 2025 yang sebesar 80,25%," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Minggu (7/6/2026).

Agusman menerangkan penurunan BOPO industri tersebut salah satunya dipengaruhi upaya efisiensi operasional, serta pengelolaan biaya yang lebih optimal. Dia bilang ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan multifinance untuk menjaga angka BOPO tetap terkendali.

Baca Juga: Ini 10 Unitlink Saham yang Mencetak Return Tertinggi pada Mei 2026

Upayanya, yaitu multifinance perlu terus memperkuat efisiensi operasional, menjaga kualitas pembiayaan, dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses bisnis.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,65 triliun per April 2026. Nilai piutang pembiayaan per April 2026 tumbuh 2,08% secara tahunan atau year on year (YoY). Kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 10,64% YoY.

Sementara itu, OJK mencatat, Non Performing Financing (NPF) net multifinance tercatat sebesar 0,78% per April 2026. Adapun angka tersebut menurun atau membaik dari pencapaian bulan sebelumnya yang sebesar 0,80%.

Baca Juga: 118 Perusahaan Perasuransian Sudah Penuhi Ekuitas Minimum untuk 2026

OJK mencatat, NPF gross perusahaan pembiayaan per April 2026 sebesar 2,89%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,83%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×