kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Bangkit dari Rugi, Bank Maspion (BMAS) Cetak Laba Rp 31,8 Miliar di 2025


Rabu, 20 Mei 2026 / 19:05 WIB
Bangkit dari Rugi, Bank Maspion (BMAS) Cetak Laba Rp 31,8 Miliar di 2025
ILUSTRASI. Bank Maspion (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Bank yang terafiliasi dengan Kasikornbank Thailand ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 31,8 miliar.

Capaian tersebut menandai pemulihan kinerja (turnaround performance) Bank Maspion setelah sebelumnya menghadapi tekanan pada tahun 2024, dengan catatan rugi Rp 247,21 miliar. 

Direktur Utama Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi mengatakan, pertumbuhan bank didorong oleh strategi ekspansi yang disiplin serta fokus pada kualitas nasabah dan pengelolaan risiko.

Baca Juga: Menakar Kelayakan Saham Big Banks Kala BI Rate Naik, Berikut Rekomendasi Analis

“Hasil ini berasal dari upaya menahun dalam membangun pertumbuhan nasabah yang tepat, menjaga disiplin selama tahun 2024 yang sulit, serta bangkit kembali menjadi lebih kuat,” ujar Kasemsri dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dari sisi intermediasi, Bank Maspion mencatat pertumbuhan kredit yang agresif dalam tiga tahun terakhir. Portofolio kredit meningkat hampir dua kali lipat dari Rp 8,78 triliun pada 2022 menjadi Rp 17,34 triliun pada 2025.

Sejalan dengan itu, total aset juga tumbuh dari Rp 14,96 triliun menjadi Rp 22,4 triliun dalam periode yang sama. Sementara rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) naik dari 31,55% menjadi 45,76%.

Perbaikan juga terlihat dari sisi efisiensi dan kualitas aset. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun signifikan dari 120,13% menjadi 97,15% pada 2025.

Pun, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross membaik dari 3,26% pada 2024 menjadi 2,26% pada 2025.

Dari sisi pendanaan, rasio dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat menjadi 27,16% dari sebelumnya 22,58% pada 2024. Kasemsri bilang hal ini mencerminkan struktur pendanaan yang semakin efisien dan berkelanjutan.

Ia juga menyebut dukungan pemegang saham pengendali, Kasikornbank Public Company alias KBank, menjadi salah satu faktor penting dalam transformasi bisnis BMAS. Saat ini, KBank menguasai 89,48% saham BMAS.

Baca Juga: Bank bjb Tawarkan Sukuk ST016, Imbal Hasil Capai 6,25%

Menurutnya, integrasi dengan KBank membantu percepatan pertumbuhan kredit melalui akses jaringan regional di kawasan ASEAN+3 sekaligus memperkuat standar manajemen risiko dan kapabilitas bisnis bank.

Memasuki 2026, Bank Maspion menargetkan pertumbuhan kredit korporasi sebagai motor utama bisnis. Segmen perusahaan besar dan badan usaha milik negara (BUMN) menjadi sasaran utama ekspansi.

Selain itu, bank juga bakal memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee based income melalui layanan trade finance, valuta asing, QRIS, dan transaction banking.

Di sisi lain, Bank Maspion tetap melanjutkan investasi pada pengembangan infrastruktur digital, termasuk peningkatan layanan mobile banking dan internet banking.

“Indonesia tetap menjadi salah satu pasar perbankan paling signifikan dan belum sepenuhnya terjamah di kawasan ASEAN,” kata Kasemsri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×