kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.013   22,00   0,13%
  • IDX 7.098   1,19   0,02%
  • KOMPAS100 980   2,95   0,30%
  • LQ45 720   1,06   0,15%
  • ISSI 252   2,58   1,03%
  • IDX30 389   -1,52   -0,39%
  • IDXHIDIV20 491   1,57   0,32%
  • IDX80 111   0,55   0,50%
  • IDXV30 136   1,80   1,34%
  • IDXQ30 127   -0,54   -0,42%

BPJS Ketenagakerjaan Optimistis Hasil Investasi Bisa Capai Target pada 2025


Selasa, 02 Desember 2025 / 07:26 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Optimistis Hasil Investasi Bisa Capai Target pada 2025
ILUSTRASI. Peserta menunggu di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (27/8/2025). BPJS Ketenagakerjaan optimis hasil investasi capai Rp 58,75 T di 2025, didorong kinerja saham. Dana kelolaan kini Rp 879,10 triliun.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek optimistis perolehan hasil investasi bisa mencapai target yang telah ditentukan pada tahun ini.

Salah satunya dipicu membaiknya kinerja pasar saham Indonesia tahun ini.

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan BPJS Ketenagakerjaan menargetkan hasil investasi sebesar Rp 58,75 triliun pada 2025. 

Baca Juga: OJK Nilai Pekerja Informal Punya Potensi Besar untuk Digarap BPJS Ketenagakerjaan

"Dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami all time high dalam beberapa waktu terakhir, BPJS Ketenagakerjaan cukup optimistis bahwa target hasil investasi sampai akhir 2025 bisa tercapai," ucapnya kepada Kontan, Minggu (30/11/2025).

Erfan bilang hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2025 sudah mencapai Rp 49,15 triliun. Nilainya tumbuh 14,61% secara tahunan atau Year on Year (YoY).

Selain itu, Erfan juga optimistis dana kelolaan bisa mencapai target yang ditentukan, yakni sebesar Rp 900,55 triliun pada akhir 2025. Hingga Oktober 2025, total dana kelolan BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai Rp 879,10 triliun. 

Dana kelolaan tersebut ditempatkan pada beberapa instrumen investasi. Dia bilang paling besar penempatannya berada di surat utang sebesar 70,46% terhadap total investasi.

Baca Juga: Ini Kata BPJS Watch Soal Investasi BPJS Ketenagakerjaan di Luar Negeri

"Diikuti, deposito sebesar 16,42%, selanjutnya pada saham dan reksadana masing-masing sebesar 8,61% dan 4,21%, serta pada instrumen investasi langsung sebesar 0,30%," kata Erfan.

Untuk saat ini, Erfan menjelaskan dalam mengelola dana milik para pekerja, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa mempertimbangkan aspek solvabilitas, keamanan dana, kehati-hatian, dan hasil investasi yang memadai.

Dengan demikian, mampu memenuhi pembayaran kewajiban kepada setiap peserta pada saat jatuh tempo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×