kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun, Tumbuh 8,61% pada 2025


Jumat, 03 April 2026 / 20:30 WIB
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun, Tumbuh 8,61% pada 2025
ILUSTRASI. Total aset industri keuangan syariah nasional mencapai Rp3.131 triliun di 2025. Pertumbuhan 8,61% YoY didorong stabilitas dan potensi besar (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri keuangan syariah Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, meski dihadapkan pada dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor ini tetap menunjukkan ketahanan yang solid dengan pertumbuhan yang konsisten di berbagai lini.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa total aset industri keuangan syariah nasional mencapai Rp 3.131 triliun pada 2025.

"Nilainya tumbuh 8,61%, secara Year on Year (YoY)," ungkapnya dalam acara Penutupan GERAK SYARIAH 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Struktur Aset Keuangan Syariah

Friderica merinci, kontribusi terbesar berasal dari pasar modal syariah yang mencapai Rp 1.800 triliun. Sementara itu, aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp 1.067 triliun, dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah menyumbang Rp 188 triliun.

Baca Juga: Hasil Investasi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 103,1% pada 2025, Ini Kata Zurich Life

Kinerja positif ini turut didorong oleh stabilitas sektor jasa keuangan syariah yang dinilai tangguh dan resilien. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan intermediasi perbankan syariah yang tetap kuat.

Pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,58% YoY menjadi Rp 705 triliun pada 2025. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 10,14% YoY. Tak hanya itu, kapitalisasi pasar syariah melonjak signifikan sebesar 31,4% YoY menjadi Rp 8.900 triliun.

"Adapun nilai Assets Under Management (AUM) atau dana kelolaan di manajer investasi syariah terus tumbuh, serta aset asuransi syariah dan piutang pembiayaan syariah juga terus bertumbuh," tuturnya.

Fondasi Ekonomi Syariah Kian Kuat

Menurut Friderica, capaian tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia semakin kokoh dan mampu menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Potensi pengembangan sektor ini juga dinilai masih sangat besar. Hal ini didukung oleh faktor demografis, sosial, dan ekonomi masyarakat Indonesia, terutama dengan jumlah populasi Muslim yang mencapai 244,7 juta jiwa.

Baca Juga: Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan bagi Asuransi Kesehatan Tahun Ini

"Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai dan gaya hidup syariah, menimbulkan potensi minat terhadap produk dan layanan keuangan syariah yang makin tinggi," kata Friderica.

Dukungan Pemerintah dan Digitalisasi

Lebih lanjut, Friderica menekankan bahwa dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Kebijakan yang pro terhadap sektor ini dinilai mampu mempercepat pertumbuhan industri.

Selain itu, kemajuan teknologi dan akselerasi digitalisasi turut membuka peluang besar bagi pelaku industri untuk memperluas akses dan inovasi layanan keuangan syariah.

Dengan kombinasi antara fundamental yang kuat, dukungan regulasi, serta transformasi digital, industri keuangan syariah diproyeksikan akan terus berkembang dan memainkan peran strategis dalam perekonomian Indonesia ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×