kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

Fasilitas Kredit Belum Ditarik KB Bank Susut ke Rp 2,71 Triliun,Fokus Jaga Likuiditas


Rabu, 08 Juli 2026 / 21:34 WIB
Fasilitas Kredit Belum Ditarik KB Bank Susut ke Rp 2,71 Triliun,Fokus Jaga Likuiditas
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah KB Bank (KONTAN/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk mencatat fasilitas kredit yang belum ditarik sebesar Rp 2,71 triliun per Mei 2026. Nilai tersebut turun signifikan dibandingkan posisi Mei 2025 yang mencapai Rp 7,31 triliun.

Namun begitu, dalam periode ini penyaluran kredit KB Bank hanya tumbuh 3,82% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 43,52 triliun. 

Sekadar informasi, secara industri kredit perbankan yang dicatat Bank Indonesia (BI) berhasil tumbuh 11,51% yoy per Mei 2026. Namun, fasilitas kredit yang belum ditarik alias undisbursed loan mencapai Rp 2.576 triliun atau meningkat 12,8% yoy. 

Wholesale Director KB Bank, Widodo Suryadi mengatakan, tren kenaikan undisbursed loan di industri terutama didorong oleh pipeline kredit yang masih kuat sejak akhir tahun lalu, khususnya pada segmen korporasi dan komersial.

Baca Juga: KB Bank Pangkas Target Pertumbuhan Kredit 2026

Menurutnya, pencairan kredit masih berlangsung secara bertahap lantaran adanya penyesuaian jadwal proyek, penyelesaian proses administrasi, hingga sikap hati-hati debitur dalam merealisasikan investasi di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik.

"Selain itu, ketidakpastian baik dari faktor eksternal seperti suku bunga global maupun faktor internal seperti prospek permintaan domestik mendorong sebagian pelaku usaha mengambil pendekatan wait and see. Akibatnya terdapat jeda antara persetujuan kredit dan pencairan dana," ujar Widodo kepada Kontan, Rabu (8/7/2026).

Ia melihat kondisi tersebut membuat kenaikan undisbursed loan lebih mencerminkan potensi pertumbuhan kredit pada periode mendatang, meski pencairannya diperkirakan berlangsung secara bertahap.

Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Melambat, Begini Strategi KB Bank

Ke depan, Widodo bilang pihaknya bakal memprioritaskan penguatan likuiditas secara lebih terstruktur dan terkendali untuk mengantisipasi kebutuhan pencairan kredit. Menurutnya, kenaikan suku bunga serta ketidakpastian ekonomi masih berisiko memengaruhi kondisi likuiditas di pasar.

Meski demikian, KB Bank tetap melihat peluang pencairan kredit, meski diperkirakan terbatas dan sangat bergantung pada membaiknya kepastian arah kebijakan ekonomi serta stabilitas pasar.

"Di saat yang sama, kami tetap menjaga kualitas aset dengan memastikan setiap pencairan kredit sesuai dengan risk appetite bank. Pendekatan yang selektif dan berbasis kebutuhan riil menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar," tutup Widodo.

Baca Juga: KB Bank Bidik Naik ke KBMI 3 Dalam Waktu Dekat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×