Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mengakselerasi segmen UMKM sebagai salah satu segmen yang mendongkrak pertumbuhan bisnis retail.
Hingga November 2025, pembiayaan UMKM di BSI tumbuh solid mencapai Rp 51,78 triliun dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial BSI sebesar 33,91%, dan sudah berada diatas ketentuan yang ditetapkan regulator sebesar 30%.
BSI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Tahun 2025, kinerja pembiayaan UMKM yang tetap tumbuh secara tahunan (yoy) dengan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent), penguatan proses bisnis dan fokus pada ekosistem halal.
Meskipun dihadapkan pada tantangan makroekonomi global dan penyesuaian daya beli masyarakat yang menyebabkan perlambatan di beberapa sub-sektor, kinerja segmen UMKM di BSI masih menunjukkan daya tahan (resilience) yang baik dan memiliki kualitas pembiayaan terjaga.
Baca Juga: PPATK Temukan Skema Ponzi Berkedok Syariah di Kasus Dana Syariah Indonesia
Pada periode ini, jumlah UMKM BSI mencapai lebih dari 349.710 orang. Hal ini membuktikan bahwa pembiayaan syariah untuk UMKM tumbuh positif dan solid. Terutama di sektor perdagangan besar dan eceran, pertanian dan kehutanan, jasa kesehatan, makanan dan minuman halal dan pengelolaan halal value chain.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan bahwa, capaian ini tentu juga didorong atas berbagai stimulus ekonomi dan kebijakan Pemerintah yang pro kerakyatan yang juga memberikan angin segar untuk bisnis UMKM. Di antaranya, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembiayaan UMKM bersubsidi melalui program KUR Syariah, peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, sertifikasi halal dan lainnya.
"UMKM menjadi salah satu gate awal pembiayaan ritel yang potensial jika dibina dan didampingi secara tepat. Mulai dari akses pembiayaan, pendampingan berkelanjutan dan program sertifikasi halal dan akses pasar bagi UMKM serta pelaksanaan berbagai literiasi dan inklusi yang masif dan merata," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (15/1).
Sinergi antara perbankan, pemerintah, dan off-taker (penjamin pembelian) dinilai menjadi kunci agar UMKM naik kelas. BSI sendiri telah memiliki UMKM Center di berbagai kota di Indonesia sebagai wujud nyata pendampingan kami, mulai dari hulu hingga hilir.
"Kami optimis bahwa dengan strategi yang tepat dan dukungan regulasi yang kuat, segmen UMKM akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi syariah nasional pada tahun 2026," imbuhnya.
Baca Juga: LKM BKD Kabupaten Pekalongan Proyeksikan Bisnis LKM Masih Menjanjikan pada 2026
Selanjutnya: Investasi Melambat, Ekonom Sebut Investor Asing Tahan Ekspansi ke RI
Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
