Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas jangkauan layanan keuangan syariah melalui 71 Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak BSI) yang tersebar di berbagai pasar tradisional di Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat inklusi keuangan syariah sekaligus menggarap segmen pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Tumbuh 15,72%, Laba Bersih Multifinance Mencapai Rp 12,75 Triliun per Juni 2026
Saat ini, jaringan Lapak BSI telah hadir di sejumlah kota, antara lain Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Makassar.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai produk dan layanan perbankan syariah tanpa harus mendatangi kantor cabang.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, kehadiran Lapak BSI merupakan wujud komitmen perseroan dalam menghadirkan layanan keuangan syariah lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
"Inklusi keuangan bukan hanya soal menambah jumlah layanan, tetapi memastikan layanan hadir di tempat masyarakat menjalankan aktivitas ekonominya setiap hari. Ketika akses semakin dekat, masyarakat akan semakin mudah membuka rekening, melakukan transaksi digital, memperoleh pembiayaan usaha, hingga memanfaatkan berbagai solusi keuangan syariah untuk mengembangkan usahanya," ujar Anton dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Ekonom: Pertumbuhan Dana Jumbo di Bank Pertanda Korporasi Belum Agresif Berinvestasi
Melalui Lapak BSI, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan, mulai dari pembukaan rekening, transaksi menggunakan QRIS BSI, pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, layanan Bank Emas melalui aplikasi BYOND by BSI, cicilan emas, gadai emas, hingga konsultasi pengembangan usaha.
BSI menilai, kehadiran Lapak BSI dapat mempermudah pedagang pasar dan pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan serta layanan transaksi perbankan tanpa harus meninggalkan aktivitas usahanya.
Di sisi lain, digitalisasi transaksi di pasar tradisional juga terus menunjukkan perkembangan. Hingga Juni 2026, jumlah merchant QRIS BSI telah mencapai 585.000 merchant di seluruh Indonesia. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya adopsi transaksi nontunai di kalangan pelaku usaha.
Menurut Anton, digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan dalam proses pembayaran antara pedagang dan pembeli, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha secara menyeluruh, mulai dari pemasok hingga konsumen, melalui transaksi yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Baca Juga: Pengguna Mobile Banking BSI Tembus 10 Juta, Didominasi Anak Muda dan Milenial
Ke depan, BSI akan terus memperluas jaringan Lapak BSI melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelola pasar, serta komunitas UMKM.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus memperkuat kontribusi perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Anton menegaskan, pengembangan Lapak BSI bukan sekadar ekspansi jaringan layanan, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan layanan keuangan syariah yang semakin mudah dijangkau masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
