kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.501.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

BSI Optimistis Ekonomi RI Tangguh pada Kuartal I-2026


Kamis, 01 Januari 2026 / 14:22 WIB
BSI Optimistis Ekonomi RI Tangguh pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Kawasan perkantoran di Jakarta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memandang kondisi perekonomian Indonesia pada kuartal I-2026 tetap berada dalam jalur yang solid


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memandang kondisi perekonomian Indonesia pada kuartal I-2026 tetap berada dalam jalur yang solid. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menilai ekonomi nasional masih akan tumbuh tangguh di tengah dinamika global.

Menurut Anggoro, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran 5,28%, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, penguatan investasi, serta belanja fiskal pemerintah yang ekspansif namun tetap dikelola secara prudent. Selain itu, keberlanjutan surplus neraca perdagangan dan peran ekonomi serta keuangan syariah yang semakin menguat turut menjadi faktor pendukung.

“Pada 2026, kuartal I diperkirakan menjadi periode puncak pertumbuhan konsumsi rumah tangga, sejalan dengan momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri yang biasanya mendorong aktivitas ekonomi,” ujar Anggoro kepada kontan.co.id, Rabu (24/12).

Baca Juga: Kredit Investasi Melesat di Akhir Tahun 2025, Jadi Sinyal Optimisme Ekonomi

Dari sisi fiskal, Anggoro menilai arah belanja pemerintah pada 2026 akan lebih optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp276 triliun di sektor perbankan, termasuk di BSI, diyakini akan memperkuat likuiditas perbankan, menekan cost of fund, serta mendorong pertumbuhan pembiayaan kembali ke kisaran dua digit.

“Kondisi ini diharapkan mampu mengakselerasi aktivitas ekonomi melalui keterlibatan sektor swasta yang lebih aktif, sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi konsumsi masyarakat, BSI memproyeksikan daya beli tetap tumbuh pada kuartal I-2026. Optimisme ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang meningkat ke level 124 pada November 2025 serta pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai 4,3% secara tahunan pada Oktober 2025.

Anggoro menambahkan, keberlanjutan kebijakan pemerintah seperti insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) serta program bantuan sosial, termasuk BLT Sejahtera, dinilai akan membantu menjaga konsumsi, khususnya pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Dari sisi global, BSI menilai kondisi ekonomi dunia pada 2026 masih diliputi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan potensi perang dagang, sehingga tingkat optimisme berada di level moderat atau skor 3. Meski demikian, tren inflasi global yang melandai membuka peluang penurunan suku bunga global, termasuk Federal Funds Rate (FFR), yang berpotensi mendorong arus modal masuk ke negara-negara dengan prospek pertumbuhan positif seperti Indonesia.

Selain itu, harga emas diperkirakan tetap berada dalam tren penguatan. Kondisi ini menjadi peluang bagi BSI untuk mengembangkan bisnis emas yang terintegrasi dengan ekosistem keuangan syariah, seiring kepemilikan izin bullion bank yang mencakup perdagangan dan layanan simpanan emas.

Dari sisi domestik, Anggoro menilai stabilitas politik pada kuartal I-2026 berpeluang membaik seiring upaya pemerintah mendorong daya beli dan meningkatkan peran sektor swasta dalam penciptaan lapangan kerja. Hal tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif.

Dengan berbagai faktor tersebut, BSI memastikan akan tetap melanjutkan ekspansi bisnis pada kuartal I-2026. Fokus utama diarahkan pada segmen ritel konsumer, pengembangan Bank Emas, layanan haji, serta penguatan kolaborasi lintas segmen mulai dari UMKM, konsumer, SME hingga korporasi.

“BSI optimistis keuangan syariah kini tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi salah satu pilar pertumbuhan sektor keuangan nasional. Pertumbuhan aset, pembiayaan, dan DPK yang konsisten di dua digit mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah,” pungkas Anggoro.

Baca Juga: Tawarkan Bunga Deposito Hingga 8,5%, Begini Cara Krom Bank Tetap Profit

Selanjutnya: PHE Jambi Merang Laporkan Capaian On Stream Sumur PPC-01 Lampaui Target

Menarik Dibaca: Mengawali 2026, Story (IP) Memimpin Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×