Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – BANDUNG. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus mendorong pengembangan hunian vertikal berbasis transit oriented development (TOD) sebagai solusi kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan, dalam proyek ini BTN akan lebih berperan dari sisi pembiayaan, baik untuk pengembang maupun end user, ketimbang terlibat langsung dalam pembangunan fisik proyek.
“Peran BTN lebih ke pembiayaan. Kita support kreditnya, baik untuk proyek maupun konsumennya,” ujar Nixon saat media gathering di Bandung, Jumat (9/4/2026).
Baca Juga: BTN Jaga Cost of Fund di Kisaran 3%, Ini Dampaknya ke Bunga KPR
Ia menjelaskan, pengembangan hunian vertikal berbasis TOD saat ini tengah dijajaki bersama sejumlah mitra, termasuk operator transportasi seperti perkeretaapian. Pada tahap awal, proyek ini ditargetkan membangun sedikitnya lima menara hunian di kawasan stasiun strategis.
Sejumlah lokasi strategis yang telah masuk dalam pembahasan awal antara lain kawasan Senen, Manggarai, Tanah Abang, hingga beberapa kota besar lain seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Menurut Nixon, proyek-proyek tersebut umumnya berada di sekitar stasiun atau simpul transportasi publik yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan menjadi hunian vertikal terintegrasi. “Sepanjang Pulau Jawa itu banyak titik yang potensial, terutama di sekitar stasiun. Ini yang sedang kita eksplorasi,” katanya.
Untuk tahap awal, BTN menargetkan pengembangan proyek secara bertahap. Perseroan mengusulkan pembangunan minimal lima tower sebagai langkah awal implementasi di tahun ini, meskipun realisasi jumlahnya masih menunggu kesiapan mitra dan finalisasi perencanaan.
“Kami mulai dari lima tower dulu. Tapi ini masih kita lihat kesiapan dari sisi desain dan perhitungan proyek,” jelas Nixon.
Menurutnya, pengembangan hunian vertikal juga penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, termasuk melindungi lahan produktif dan area resapan air. “Kalau kami terus memaksakan rumah tapak, lahan produktif dan sawah bisa habis,” ujar Nixon.
Baca Juga: FWD Insurance Tangkap Pergeseran Minat Asuransi di Kelas Menengah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













