kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

BTN Klaim NPL Konsumer Tetap Terjaga Usai Lebaran


Senin, 06 April 2026 / 19:17 WIB
BTN Klaim NPL Konsumer Tetap Terjaga Usai Lebaran
ILUSTRASI. Pertumbuhan Kredit Diproyeksikan Meningkat di Tahun Ini (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memastikan kualitas kredit, khususnya di segmen konsumer, tetap terjaga pasca periode Lebaran 2026.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo mengungkapkan, meski secara historis terdapat pola kenaikan kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) setelah Lebaran, perseroan telah mengantisipasi risiko tersebut sejak awal.

“Kami melihat pola musiman pasca Lebaran memang ada, khususnya di segmen konsumsi. Namun hal ini sudah kami antisipasi melalui penguatan strategi collection sejak sebelum periode Lebaran,” ujar Setiyo kepada Kontan.co.id, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, langkah antisipatif tersebut dilakukan melalui program debitur menabung serta early engagement kepada nasabah, sehingga tekanan pasca Lebaran dapat dikelola dengan baik.

Baca Juga: Impairment Turun, Begini Strategi BTN Antisipasi Risiko Ketidakpastian

Hasilnya, kualitas kredit BTN justru menunjukkan perbaikan. Hingga Maret 2026, NPL segmen konsumer tercatat di bawah 2,90%, membaik dibandingkan bulan sebelumnya maupun posisi akhir 2025.

“Tidak terdapat peningkatan signifikan pasca Lebaran,” jelasnya.

Perbaikan tersebut ditopang oleh sejumlah faktor, antara lain peningkatan kualitas penyaluran kredit (booking), efektivitas penagihan (collection), serta membaiknya flow rate dan tingkat keterlambatan pembayaran (delinquencies).

Ke depan, BTN tetap menjaga kualitas kredit secara prudent di tengah dinamika ekonomi. Perseroan menargetkan NPL konsumer berada di kisaran 2,8%–3,0% sepanjang tahun ini, dengan kecenderungan stabil hingga membaik.

“Kami tetap memperhatikan kondisi makro dan daya beli masyarakat sebagai faktor eksternal yang perlu diantisipasi,” imbuh Setiyo.

Baca Juga: BTN dan BSN Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi hingga Maret 2026

Untuk menjaga kualitas kredit, BTN mengandalkan strategi manajemen risiko secara menyeluruh atau end-to-end risk management. Pendekatan ini mencakup penyaluran kredit yang selektif dan berfokus pada kualitas, bukan sekadar pertumbuhan volume.

Selain itu, BTN juga memperkuat proses underwriting berbasis digital dan analitik data, termasuk pemanfaatan machine learning guna meningkatkan akurasi penilaian risiko debitur.

Di sisi lain, perseroan mengembangkan sistem collection yang lebih modern dan berbasis data, melalui segmentasi nasabah, early warning system, serta penggunaan digital collection tools.

BTN juga memperketat pemantauan portofolio kredit, khususnya pada potensi keterlambatan pembayaran di tahap awal (early delinquency) dan sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap tekanan ekonomi.

Baca Juga: Kredit Berisiko Naik Industri di Awal Tahun, BTN Pastikan Tetap Terkendali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×