kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

BTN Sebut Permintaan Special Rate Deposito Masih Tinggi, Beri Bunga di Atas 4%


Kamis, 05 November 2026 / 17:47 WIB
BTN Sebut Permintaan Special Rate Deposito Masih Tinggi, Beri Bunga di Atas 4%
ILUSTRASI. Nasabah Bertransaki Melalui ATM (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan bunga khusus atau special rate dari deposan besar di industri perbankan masih berlanjut. 

Kondisi ini sejalan dengan belum adanya sinyal penurunan suku bunga serta semakin ketatnya persaingan antarbank dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK).

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan, memasuki semester II 2026, perseroan belum melihat adanya sinyal penurunan suku bunga. Alhasil, permintaan special rate dari nasabah besar masih berlangsung.

Baca Juga: Takjub Finansial Lepas 9% Saham Bank Bumi Arta, Kepemilikan Turun Jadi 24,45%

"Memasuki Semester II 2026, kami belum melihat adanya sinyal penurunan suku bunga sehingga saat ini masih berlanjut permintaan special rate dan semakin aktifnya nasabah dalam membandingkan tingkat suku bunga antarbank," ujar Rully kepada Kontan, Kamis (5/11/2026).

Dia mengungkapkan, special rate yang diberikan BTN kepada deposan besar saat ini berada di kisaran di atas 4%. Tingkat bunga tersebut berkisar 100 basis poin (bps) hingga 200 bps di atas bunga deposito reguler atau counter rate.

Meski demikian, Rully menegaskan, BTN tetap memberikan bunga khusus secara selektif dan terukur. Pertimbangannya mencakup kebutuhan likuiditas, biaya dana atau cost of fund, serta hubungan bisnis dan nilai ekonomis dari masing-masing nasabah.

Menurut Rully, kontribusi deposito dengan special rate terhadap total DPK BTN saat ini tidak signifikan. Pasalnya, perseroan lebih berfokus mendorong penghimpunan dana murah atau current account and savings account (CASA) berbasis transaksi.

"BTN terus mendorong pertumbuhan dana dengan struktur yang lebih sehat dan tidak semata-mata mengandalkan pricing khusus dalam penghimpunan dana," katanya.

Rully menjelaskan, mayoritas deposan besar BTN berasal dari kalangan pengusaha dan nasabah affluent yang memiliki fleksibilitas dalam mengelola maupun memindahkan dananya.

Baca Juga: Ini 3 Sektor Ekonomi yang Dominasi Pembiayaan Industri Multifinance per September2026

Besarnya nominal penempatan dana serta keinginan nasabah mengoptimalkan imbal hasil menjadi faktor utama yang mendorong permintaan bunga khusus.

Selain itu, nasabah semakin aktif membandingkan penawaran suku bunga antarbank untuk mendapatkan tingkat bunga yang kompetitif.

Untuk mengelola permintaan tersebut, BTN mengandalkan pendekatan relationship dengan nasabah serta business matching melalui ekosistem usaha mereka. Dengan menyediakan solusi perbankan yang menyeluruh, perseroan berharap dapat memperkuat loyalitas dan menjaga keberlangsungan dana nasabah.

Ke depan, BTN akan terus memperkuat strategi penghimpunan dana murah, khususnya dari segmen tabungan. Perseroan juga mengoptimalkan ekosistem digital melalui Bale by BTN, Bale Bisnis, dan Bale Korpora untuk meningkatkan aktivitas transaksi nasabah ritel maupun korporasi.

Selain itu, BTN memperkuat layanan cash management, transaction banking, serta solusi keuangan terintegrasi bagi nasabah korporasi.

"Kami optimistis strategi ini akan mendukung perbaikan cost of fund, memperkuat struktur pendanaan, serta meningkatkan efisiensi dan daya saing BTN secara berkelanjutan," tutup Rully.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×