Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menegaskan komitmennya mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pada 2026, seiring peran perbankan sebagai penyedia pembiayaan berkelanjutan bagi sektor perumahan.
Pemerintah menargetkan pembangunan dan renovasi rumah melalui skema KPR subsidi dan pembiayaan lainnya guna meningkatkan akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam program tersebut, pemerintah mengalokasikan dukungan anggaran melalui fasilitas FLPP dan subsidi perumahan.
BTN mencatat, pemerintah menargetkan penyaluran sekitar 350 ribu unit KPR subsidi FLPP serta total 770.000 unit rumah yang didukung APBN melalui FLPP dan BSPS. Selain itu, kredit program perumahan disiapkan senilai Rp 36 triliun.
Baca Juga: Siapkan Dana hingga Rp 11 Triliun, Intip 4 Aksi Korporasi BTN pada 2026
Dari sisi likuiditas, pemerintah juga menempatkan dana pihak ketiga (DPK) pada 2025 yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) di BTN senilai Rp 25 triliun. Penempatan dana ini diharapkan memperkuat kapasitas pembiayaan perumahan nasional.
BTN memanfaatkan peluang tersebut dengan mengakselerasi pembiayaan perumahan melalui dua jalur utama, yakni dari sisi penyediaan dan sisi permintaan. Strategi ini dijalankan melalui kredit pengembangan perumahan, penyaluran kredit UMKM, serta pembiayaan FLPP dan kredit perumahan lainnya.
Program perumahan juga dinilai memberikan dampak berganda bagi perekonomian. Sekitar 90% bahan bangunan berasal dari produk lokal, mendorong UMKM, pemerataan ekonomi melalui pengembangan kota satelit, hingga kontribusi pajak bagi negara. Sektor ini juga menyerap tenaga kerja, dengan rata-rata kebutuhan lima pekerja lokal untuk pembangunan satu unit rumah.
Baca Juga: BTN Siap-siap Akuisisi Perusahaan Asuransi Tahun Ini
Sejalan dengan dukungan terhadap sektor perumahan, BTN menargetkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan pada 2026. Perseroan membidik pertumbuhan laba bersih (net profit growth) sebesar 20%–22%, dengan pertumbuhan kredit (loan growth) di kisaran 8%–9%.
Dari sisi pendanaan, BTN menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7%–8% dengan cost of fund dijaga di bawah 3,6%. Sementara itu, cost of credit ditargetkan berada pada kisaran 1,0%–1,2%, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) dijaga di bawah 3%.
Hingga akhir tahun ini, Nixon juga memastikan bank masih mampu menjaga kinerjanya. Sebagai gambaran, ia mengungkapkan bahwa kredit bank berhasil tumbuh double digit, dan laba tumbuh melebihi 10%.
“Kami belum bisa publikasi, tapi intinya lebih baik dari 10%,” ujar Nixon pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu di Gedung DPR, Senin (26/1/2026).
Selanjutnya: Siapkan Dana hingga Rp 11 Triliun, Intip 4 Aksi Korporasi BTN pada 2026
Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 26-29 Januari 2026, Jambu Crystal-Bawang Merah Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













