kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.869   -66,00   -0,37%
  • IDX 5.862   -34,46   -0,58%
  • KOMPAS100 760   -4,33   -0,57%
  • LQ45 579   -4,80   -0,82%
  • ISSI 203   0,19   0,10%
  • IDX30 328   -3,02   -0,91%
  • IDXHIDIV20 403   -4,22   -1,04%
  • IDX80 86   -0,53   -0,61%
  • IDXV30 109   -0,49   -0,45%
  • IDXQ30 106   -1,06   -0,99%

BTPN targetkan pertumbuhan kredit pensiun moderat


Minggu, 22 Maret 2015 / 13:16 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2023 sebesar US$ 134,9 miliar.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pertumbuhan kredit pensiun Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) melambat tahun lalu. Menurut Anika Faisal, Direktur Kepatuhan BTPN, sepanjang tahun 2014, pertumbuhan kredit industri perbankan turun menjadi 12%, jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan 2013 yang tumbuh 22%.

"Pertumbuhan yang lebih rendah ini juga dialami kredit pensiun meskipun turunnya tidak sebesar penurunan pertumbuhan kredit industri perbankan secara keseluruhan," kata Anika pada KONTAN, Minggu (22/3).

Berdasarkan laporan keuangan BTPN di akhir 2014, jumlah kredit pensiun BTPN mencapai Rp 34,84 triliun atau tumbuh 11,16% yoy. Pertumbuhan ini sedikit melambat dibanding tahun 2013 dimana kredit pensiun mencapai Rp 31,34 triliun atau tumbuh 12,20% yoy.

Anika menegaskan bahwa segmen kredit pensiun merupakan segmen pasar yang relatif stabil sehingga pertumbuhannya tidak setinggi segmen pasar lainnya seperti kredit UMKM, kredit komersial atau kredit korporasi dalam kondisi normal. "Demikian pula sebaliknya dalam kondisi pertumbuhan kredit yang sangat melambat seperti tahun 2014, pertumbuhan kredit pensiun juga tidak mengalami penurunan yang terlalu besar," ujarnya.

Anika meyakini bahwa prospek kredit pensiun di BTPN pada tahun 2015 masih tetap baik. Namun diperkirakan pertumbuhan kredit pensiun tahun ini juga tidak akan berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. "Ini karena kondisi makro ekonomi yang masih belum pulih 100%," ujar Anika.

Agar pertumbuhan kredit pensiun BTNPN tahun ini bisa tetap baik, BTPN konsisten untuk melaksanakan pemberdayaan yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

BTPN percaya bahwa nasabah pensiunan tak hanya membutuhkan akses pendanaan, namun juga pendampingan. "Hal ini kami yakini tak hanya akan meningkatkan kapasitas nasabah, namun juga loyalitasnya terhadap BTPN, yang akan berdampak pada pertumbuhan bisnis BTPN," pungkas Anika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×