kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.696   53,01   0,94%
  • KOMPAS100 735   7,01   0,96%
  • LQ45 558   5,09   0,92%
  • ISSI 198   1,76   0,90%
  • IDX30 317   2,52   0,80%
  • IDXHIDIV20 390   0,90   0,23%
  • IDX80 84   0,83   1,00%
  • IDXV30 107   -0,16   -0,15%
  • IDXQ30 102   0,40   0,40%

Bukopin ingin gunakan dana MTN untuk kredit


Senin, 29 Agustus 2016 / 20:55 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. PT Bank Bukopin Tbk berencana menerbitkan surat utang berjangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) sebesar Rp 1 triliun. MTN ini akan diterbitkan dengan cara penempatan secara terbatas atau private placement.

Dalam keterbukaan ke Bursa Efek Indonesia (29/8), Eko Rachmansyah Gindo, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin mengatakan bahwa MTN ini terbagi menjadi dua seri yaitu seri A sebanyak Rp 268 miliar dan seri B yang nantinya masih akan ditentukan kemudian.

“Penerbitan MTN ini digunakan untuk memperkuat permodalan guna memacu kredit,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Senin, (29/8).

Untuk MTN Seri A, nantinya mempunyai tingkat bunga tetap sebesar 8,5% per tahun dengan jangka waktu 370 hari. Sedangkan untuk seri B, bunga dan jangka waktunya akan diatur kemudian hari. Kedua seri penerbitan MTN ini masuk dalam skema penerbitan MTN I Bank Bukopin tahun 2016.

Eko mengatakan terkait dengan arranger dan agen pemantau dalam penerbitan MTN 1 Bank Bukopin 2016 ini masing masing adalah PT Indopremier Securities dan PT Bank Mandiri Tbk.

Adhi Brahmantya Direktur Pengembangan Bisnis & Teknologi Informasi Bank Bukopin mengatakan penerbitan MTN ini juga diharapkan bisa meningkatkan likuiditas demi mencapai target kredit sampai akhir tahun sebesar 16%. “Diharapkan pada semester 2 2016, kredit ritel, ukm dan konsumer,” ujar Adhi kepada KONTAN.

Sampai semester 1 2016, tercatat kredit Bank Bukopin mengalami kenaikan 20,72% yoy. Sedangkan, untuk permodalam mencapai 14,74%. Sedangkan LDR sampai Juni 2016 tercatat sebesar 91,27%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×