Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam enam bulan terakhir, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan bunga acuan sebanyak 50 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Sayangnya, mayoritas bank belum banyak menurunkan bunga kredit, terutama di segmen KPR.
Kondisi tersebut tampaknya berpotensi adanya perebutan nasabah existing yang telah memiliki KPR. Di mana, itu bisa menjadikan tren take over KPR dari satu bank ke bank lainnya marak terjadi.
VP Mortgage Product Development Bank Mandiri Ruby Indra mengamini bahwa tren tersebut memang berpotensi terjadi. Ia bilang Bank Mandiri juga cukup banyak menerima pindahan nasabah KPR dari bank lain.
Baca Juga: BP Tapera Catat Realisasi KPR Subsidi Tembus 61.531 Unit Hingga 21 Februari 2025
Sepanjang 2024, Ruby bilang setidaknya ada nilai take over nasabah dari bank lain ke Bank Mandiri sekitar Rp 3 triliun. Tanpa menyebutkan angka pastinya, ia bilang angka tersebut ada kenaikan dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, ia bilang bahwa memang tak mudah bagi nasabah untuk melakukan take over. Menurutnya, bank asal biasanya melakukan retensi bagi nasabah-nasabah yang memang pembayarannya lancar.
“Apalagi biasanya ada penalti berkisar antara 2% sampai 5%, tapi ada juga yang sampai 10%,” ujar Ruby kepada KONTAN, belum lama ini.
Lebih lanjut, Ruby bilang tiap-tiap nasabah tentu selalu mempertimbangkan untung dan ruginya jika melakukan take over. Itu tergantung dari komponen biaya yang harus dibayar baik untuk pelunasan maupun pengajuan baru.
“Bila masuk floating tapi tidak ada retensi, keputusan untuk take over mungkin bisa lebih menguntungkan,” tambahnya.
Baca Juga: BTN Siap Memacu Kredit dan DPK Tahun Ini
Ia menambahkan Bank Mandiri sendiri berupaya transparan kepada nasabah dan memberikan yang terbaik, utamanya untuk nasabah yang berasal dari ekosistem wholesale banking Bank Mandiri.
Sependapat, Executive Vice President (EVP) Consumer Loan BCA Welly Yandoko bilang pada dasarnya konsumen akan mencari produk yang paling menguntungkan, termasuk ketika memilih KPR.
Menurutnya, banyak bahan pertimbangan yang dijadikan acuan dalam menentukan pilihan, salah satunya adalah suku bunga. Ia bilang penawaran suku bunga yang rendah dari bank-bank tentu akan menarik konsumen, baik yang belum punya KPR maupun yang sudah punya KPR untuk memindahkan fasilitas KPR-nya ke bank lain.
“Sejauh ini KPR BCA belum agresif di bidang take over, jadi secara data kami belum fokus melakukan pendataan,” ujarnya.
Selanjutnya: Lantik 3 Pejabat Baru SKK Migas, Bahlil Targetkan Lifting Minyak Hingga 900 Ribu BOPD
Menarik Dibaca: Bali Soap Luncurkan Produk Body Butter dan Hand Cream Terbaru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News