kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Bunga KUR turun, bank menengah kecil cari peluang dari segmen non-KUR


Kamis, 21 November 2019 / 22:40 WIB
Bunga KUR turun, bank menengah kecil cari peluang dari segmen non-KUR
ILUSTRASI. Layanan di PT Bank Sahabat Sampoerna. Penurunan bunga kredit usaha rakyat (KUR) tak akan mengganggu bisnis Bank Sahabat Sampoerna


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) menjadi 6% pada 2020 mendatang tak cuma bakal jadi tantangan bagi bank perkreditan rakyat (BPR). Bank di kelas bank umum kegiatan usaha (BUKU) I dan BUKU II juga bakal kena imbas. Meski demikian, sejumlah bankir bank kecil menengah ini mengaku bakal mencari peluang dari penurunan suku bunga tesebut.

“Penurunan suku bunga KUR jelas merupakan tantangan bagi BUKU I dan BUKU II yang mengandalkan dana pihak ketiga (DPK) dari deposito atau dana mahal,” kata Direktur PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) Efdinal Alamsyah kepada Kontan.co.id, Kamis (20/11).

Besarnya porsi deposito dalam DPK sebuah bank bakal membuat biaya dana alias cost of fund bank tinggi. Untuk menjaga profitabilitas dengan biaya dana yang tinggi, bank biasanya juga akan memasang suku bunga yang tinggi. Sehingga akhirnya, suku bunga bank kecil sulit bersaing dengan suku bunga KUR.

Baca Juga: Bank jumbo siap eksekusi kenaikan plafon KUR

Meski demikian, menurut Efdinal, tak serta merta pasar bank cilik bakal tegerus akibat makin susutnya suku bunga KUR. Menurutnya, sejumlah segmen usaha mikro juga masih banyak yang belum tersentuh oleh KUR.

“Menghadapi makin rendahnya suku bunga KUR yang pasti kami tidak akan menyasar segmen yang dilayani KUR. Selain itu, pembiayaan segmen mikro kami juga lebih banyak melalui kerja sama dengan BPR yang punya keahlian di sana,” ujarnya.

Kerja sama dengan BPR, kata Efdinal, juga lebih efisien dibandingkan menyalurkan kredit mikro secara mandiri. Sebab, BPR punya sumber daya mumpuni untuk menyalurkan kredit mikro seperti tenaga pemasaran, penagihan, dan kantor cabang yang tak sedikit.

Hal senada juga diungkop oleh Direktur Keuangan PT Bank Sahabat Sampoerna Hengky Suryaputra. Ia menilai pelaku usaha UMKM sejatinya lebih banyak dibandingkan yang bisa digarap via KUR.

Baca Juga: Bunga KUR bakal menyusut, bisnis BPR berpotensi terganggu

“Ini dapat terjadi misalnya karena keterbatasan plafon pinjaman, maupun batasan lainnya. Penurunan suku bunga dan tambahan plafon KUR sebenarnya tak akan terlalu mempengaruhi bisnis kami. Karena posisi kami sebenarnya melengkapi layanan KUR kepada calon debitur yang tak tersentuh KUR,” katanya kepada Kontan.co.id.

Sementara PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) yang baru saja ditunjuk sebagai penyalur KUR bakal melakukan sinergi dengan layanan maupun produk yang dimiliki perseroan.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus Koernianto Triprakoso mengatakan pihaknya bakal mengintegrasikan KUR dengan produk dan layanannya kepada nasabah pensiunan maupun aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga: Bunga KUR bakal turun lagi di tahun depan, ini kata bankir

“Kami punya program wirausaha Mantap Sejahtera dengan memberikan pembinaan secara end to end kepada ASN, maupun pensiunan yang akan memulai usaha. Dengan KUR, mereka bisa memanfaatkannya sebagai modal usaha,” katanya kepada Kontan.co.id.

Meskipun baru ditunjuk, Bank Mantap sendiri telah dapat alokasi penyaluran KUR Rp 20 miliar untuk 2019. Sedangkan tahun depan, pria yang akrab disapa Jos ini akan mengajukan alokasi KUR di kisaran Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar.

Baca Juga: Bank Mandiri siap salurkan 60% KUR ke sektor produksi tahun ini

Sementara dari catatan Kementerian Koordinator Perekonomian, hingga September 2019, 49 lembaga jasa keuangan penyalur telah berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 116,49 triliun kepada 4,13 juta debitur. Nilai penyaluran tersebut setara 83,21% dari total plafon KUR 2019 senilai Rp 140 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×