kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Bunga naik, kredit multifinance tetap berpeluang tumbuh


Selasa, 03 Juli 2018 / 18:16 WIB
ILUSTRASI. Kinerja Industri Pembiayaan


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga BI 7 days reserve repo rate (BI-7DDR) dinilai hanya akan berdampak kecil bagi bisnis pembiayaan. Walaupun imbasnya suku bunga kredit dari bank akan naik, tapi tetap ada peluang menumbuhkan pembiayaan multifinance.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, sumber pendanaan multifinance memang sekitar 70% dari perbankan. Meski bank nanti menaikkan bunga pinjaman ke multifinance, penyaluran kredit multifinance tetap bisa tumbuh. “Kami dari industri multifinance tidak perlu khawatir dengan kenaikan suku bunga dari perbankan. Bahkan tahun-tahun sebelumnya, suku bunga naik lebih tinggi," kata Suwandi kepada Kontan.co.id, Selasa (3/7).

Ia yakin, kenaikan suku bunga tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah pembiayaan kredit ke nasabah. Meski memang kenaikan bunga akan membuat masyarakat lebih memilih berhemat menyimpan uangnya dibandingkan belanja.

Namun, multifinance tetap harus awas dengan potensi kenaikan lagi suku bunga bank sentral. Kenaikan suku bunga ini bisa saja terasa berat, ketika keuangan perusahaan multifinance bermasalah akibat tingginya tingkat kredit macet (NPL) dan biaya dana atau cost of fund.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×