kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Calon DK OJK Adi Budiarso Dorong Inklusi dan Pendalaman Sektor Keuangan


Rabu, 11 Maret 2026 / 18:06 WIB
Calon DK OJK Adi Budiarso Dorong Inklusi dan Pendalaman Sektor Keuangan
ILUSTRASI. Adi Budiarso (Dok/Kemenkeu)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Uji kelayakan atau fit and proper test seleksi calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimulai hari ini di Komisi XI DPR RI, Rabu (11/3/2026).

Salah satu  yang lolos adalah Adi Budiarso, Direktur Pengembangan Perbankan Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya, Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor, Kementerian Keuangan.

Dalam uji kelayakan tersebut, salah satunya Adi menjelaskan pentingnya mengembangkan sektor keuangan kedepan. Ia menyebut, terdapat dua tantangan yang dapat menghambat laju sektor keuangan, yakni pengembangan dan stabilitas.

Baca Juga: Kredit Berisiko Naik pada Awal Tahun, Apa Sebabnya?

Khusus terkait pengembangan, apabila ia terpilih, akan mengutamakan dan menekankan pentingnya inklusi keuangan dan efisiensi intermedia sektor keuangan dan sektor bisnis sektor keuangan lainnya seperti pasar uang, pasar modal, pasar tituh dan pembiayaan lainnya.

“Juga tidak kalah penting adalah pengembangan SDM di sektor jasa keuangan. Misalnya jumlah akuntan Indoensia perlu ditingkatkan, demikian juga jumlah profesi keuangan yang bekerja di dalam perusahaan,” tutur Adi dalam RDPU Calon Anggota DK OJK, Rabu (11/3/2026).

Tantangan kedua adalah pendalaman dan stabilitas sektor keuangan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, khususnya di era digitalisasi dan penciptaan industri yang meningkatkan ketahanan nilai tambah dan daya saing  ekonomi. Antara lain dengan program seperti hirilisasi digital ekonomi dan sustainability.

Adapun Adi melihat jelas potensi penduduk Indonesia yang sebesar R210 juta penduduk produktif,  namun ia melihat perkembangan dekat perbankan, pasar modal dan asuransi pensiun dinilai perlu ditingkatkan.

Ia mencatat, tabungan masyarakat saat ini kurang lebih di bawah 40%, investment per PDB mencapai 38%, sementara potensi babungan atau bahkan dana pensiun bisa ditingkatkan 60% dari PDB, dan saat ini hanya 67% dari PDB.

Untuk itu, menurutnya perlu dilakukan pendalaman terhadap asuransi pensiun, serta memperdalam pasar modal, serta di perbankan mendorong pembiayaan pembangunan.

Baca Juga: Berasal dari Internal, Ini Alasan Darmansyah Ikuti Seleksi Calon Bos OJK

“Profil ini menjadi penting supaya inisiasi reform yang perlu dilakukan untuk penguatan  sistem keuangan dapat kita mitigasi dengan baik,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×