kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

CIMB Niaga Auto Finance Catat Rasio Penarikan Kendaraan Sekitar 2% pada 2025


Senin, 16 Maret 2026 / 17:48 WIB
CIMB Niaga Auto Finance Catat Rasio Penarikan Kendaraan Sekitar 2% pada 2025
ILUSTRASI. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan tren peningkatan pada rasio pengembalian kendaraan, baik secara sukarela atau proses penarikan. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan tren peningkatan pada rasio pengembalian kendaraan, baik secara sukarela atau proses penarikan.

Hingga akhir 2025, rasio penarikan kendaraan tercatat sekitar 2% dari total portofolio akun. Angka tersebut meningkat dari periode sebelumnya yang hanya berkisar 1,8%.

"Kenaikan ini mencerminkan kondisi ekonomi dan industri otomotif yang cukup menantang," ujar Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Baca Juga: Tekanan Kredit Bermasalah Picu Penarikan Kendaraan di Lapangan

Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat berdampak langsung pada kemampuan nasabah dalam membayar tagihan pada perusahaan.

Adapun nilai lelang kendaraan hasil penarikan rata-rata berada di kisaran 70%–80% dari pokok utang nasabah.

Kondisi ini membuat utang nasabah tidak bisa sepenuhnya terlunasi dan sisa utang tetap menjadi tanggung jawab nasabah.

Namun, Ristiawan menyebut bahwa kualitas kredit nasabah akan membaik kalau hasil lelang bisa menutupi total keseluruhan utang nasabah atau nasabah mampu membayar seluruh sisa tunggakan.

Baca Juga: Bisnis Paylater Perbankan Tumbuh Subur Menjelang Lebaran

Di tengah tantangan kredit macet yang masih membayangi, ia menyampaikan bahwa perusahaan memiliki kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang selalu menyesuaikan perundang-undangan yang berlaku dan aturan dari regulator.

Selain itu, CNAF juga berkomitmen memastikan proses penagihan dilakukan secara persuasif serta melarang dan memberikan sanksi tegas kepada petugas yang melanggar prosedur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×