Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk terus berupaya menekan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hingga September 2026, NPL segmen UMKM atau Emerging Business Banking (EBB) CIMB Niaga tercatat sebesar 3,68%, membaik dibandingkan posisi September 2025 yang sebesar 3,92%.
Head of Emerging Business Banking (EBB) CIMB Niaga Tony Tardjo mengatakan, perbaikan kualitas kredit tersebut akan terus dijaga hingga akhir tahun ini. Perseroan masih mengintensifkan pemantauan kredit serta upaya pemulihan kredit bermasalah.
"Upaya perbaikan NPL tahun ini tetap dilakukan sampai di kuartal IV-2026 dengan tetap melakukan pemantauan kredit secara intensif dan tetap melakukan upaya recovery untuk penurunan kredit bermasalah," ujar Tony kepada kontan.co.id, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga: CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,7% Menjadi Rp 242,6 Triliun per September 2026
Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM CIMB Niaga mencapai Rp 27,01 triliun per September 2026. Angka tersebut tumbuh 1,9% secara tahunan (year on year/YoY).
CIMB Niaga berharap dapat menurunkan NPL UMKM pada segmen EBB hingga mencapai level 3,5%. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit baru.
Selain itu, CIMB Niaga memperkuat pemantauan terhadap kredit berjalan melalui proses early warning monitoring yang proaktif.
Perseroan juga mengoptimalkan upaya pemulihan atau penyelesaian kredit bermasalah agar rasio NPL dapat terus ditekan.
Baca Juga: CIMB Niaga Fokuskan Likuiditas ke Penyaluran Kredit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
