Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk mengarahkan likuiditas yang tersedia ke portofolio yang berkaitan langsung dengan nasabah, baik melalui penyaluran kredit maupun produk wealth.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, strategi pengelolaan neraca atau balance sheet selalu mempertimbangkan dampak terhadap margin dan pendapatan yang paling efektif.
“Kami selalu fokuskan likuiditas yang tersedia ke portofolio yang berhubungan dengan nasabah, baik kredit maupun juga wealth products,” kata Lani kepada Kontan.co.id.
Baca Juga: Alasan Superbank Mempertahankan Bunga Deposito di Tengah Fluktuasi Suku Bunga Acuan
Menurutnya, strategi tersebut juga mempertimbangkan permintaan kredit, biaya dana atau cost of fund (CoF), serta tingkat bunga kredit yang masih dapat dimanfaatkan untuk memberikan keuntungan bagi nasabah.
“Strategi balance sheet selalu melihat margin dan revenue impact yang paling efektif. Tentu saja juga tergantung dari permintaan kredit serta apakah CoF dan bunga kredit masih bisa dimanfaatkan untuk keuntungan nasabah,” ujarnya.
Adapun penyaluran kredit CIMB Niaga hingga Juli 2026 mencapai Rp 179,18 triliun. Angka tersebut meningkat 15,41% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 155,26 triliun.
Baca Juga: Bank Digital Ramai Cetak Laba, OJK Bandingkan Dengan Negara Lain: Patut Diapresiasi
Di sisi lain, nilai surat berharga yang dimiliki CIMB Niaga per Juli 2026 tercatat sebesar Rp63,39 triliun. Nilai tersebut turun 20,61% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp79,85 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














