kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Citibank kucurkan US$ 235.000 untuk program pendidikan keuangan


Rabu, 22 Juni 2011 / 17:55 WIB
ILUSTRASI. Di antara 20 dubesar yang dilantik Jokowi, nama Muhammad Lutfi salah satunya jadi Dubes untuk AS.


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Edy Can

JAKARTA. Citibank Indonesia menyalurkan dana US$ 235.000 untuk memberikan program pendidikan keuangan bagi perempuan dewasa berusia 40 tahun ke atas yang berasal dari kelompok masyarakat kelas bawah. Country Corporate Affairs Head Citibank Indonesia Ditta Amahorseya mengatakan program ini mencontoh program serupa yang dikembangkan Citibank Singapura.

Dalam menjalankan program ini, Citi Foundation bekerja sama dengan Tsao Foundation Singapura dan Pusat Pengembangan Sumber daya Wanita(PPSW). “Ini bagian dari tanggung jawab bank memberikan financial education, sejalan dengan apa yang sedang hot dibicarakan BI bahwa bank harus mendidik nasabahnya,” kata Ditta dalam acara Launching dan Dialog Publik Pendidikan Keuangan, Kesehatan dan Kelanjutusiaan untuk Perempuan matang(40+) di Jakarta, Rabu(22/6).

Dana ini diberikan dalam dua tahap, tahap pertama sebesar US$ 105.000 disalurkan pada 2010 lalu untuk telah dipergunakan untuk pengumpulan data “Kebutuhan Finansial dan Kesehatan Pada Perempuan Usia 40 tahun ke Atas” yang dilakukan di 18 kota dan kabupaten wilayah PPSW. Sementara itu dana tahap ke dua sebesar US$ 130.000 akan dialokasikan untuk pembuatan modul dan pelatihan pendidikan keuangan. Dana ini rencananya bisa disalurkan dalam waktu 3 bulan mulai Juli mendatang.

Pada 2011 ini ditargetkan sekurangnya 600 perempuan akan mengikuti program pendidikan finansial ini. Para peserta pendidikan finansial ini umumnya berpendidikan terakhir sekolah dasar, bekerja di sektor informal dan berpenghasilan kurang dari Rp 500.000 per bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×