CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Corona bikin premi asuransi jiwa turun dalam dan asuransi umum naik tipis


Senin, 11 Mei 2020 / 11:36 WIB
ILUSTRASI. Agen asuransi melayani nasabah di Jakarta, Senin (16/3). Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan bahwa masih terdapat perusahaan asuransi yang memproteksi resiko akibat virus corona, meskipun kondisi pandemi tidak masuk cakupan proteksi polis a


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 benar-benar memukul bisnis industri asuransi komersil. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan Industri asuransi jiwa dan umum menghimpun premi sebesar Rp17,5 triliun atau terkontraksi sebesar 7,51% yoy.

“Tren pertumbuhan premi asuransi mengalami penurunan khususnya asuransi jiwa. Premi asuransi jiwa terkoreksi minus 13,8% yoy, di mana Desember 2019 lalu hanya minus 0,38%. Tren asuransi umum tumbuh rendah di level 3,65% yoy, di mana Desember lalu tumbuhnya 15,65% yoy. Ini terkoreksi betul di industri asuransi akibat Covid-19,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam video conference pada Senin (11/5).

Baca Juga: Bisnis Allianz syariah mulai terpengaruh corona

Kinerja asuransi umum memang berbanding lurus dengan pertumbuhan perekonomian. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 sebesar 2,97% yoy. Lebih rendah dari kuartal I-2019 yang 5,07% yoy.

Adapun kinerja perusahaan asuransi jiwa bergantung kepada pergerakan indeks harga harga saham gabungan (IHSG). Namun saat ini pasar modal tengah mendapat tekanan di tengah kekhawatiran Covid-19.

Selain itu, pembatasan sosial berskala besar juga menyebabkan agen asuransi jiwa sulit menjual produk unitlink. Lantaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi ini mewajibkan tanda tangan basah atau tatap muka langsung. Padahal produk unitlink memberikan kontribusi paling besar bagi premi asuransi jiwa.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) telah menyampaikan permintaan relaksasi untuk kebijakan ini kepada regulator. Asosiasi meminta pemasaran unitlink dapat dilakukan memanfaatkan teknologi komunikasi dengan melakukan pertemuan langsung secara digital.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×