kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.603   102,56   1,37%
  • KOMPAS100 1.053   15,90   1,53%
  • LQ45 757   10,93   1,46%
  • ISSI 275   3,00   1,10%
  • IDX30 405   5,73   1,44%
  • IDXHIDIV20 492   5,73   1,18%
  • IDX80 118   1,74   1,50%
  • IDXV30 137   1,30   0,96%
  • IDXQ30 130   1,60   1,25%

Dahlan Iskan dorong rencana konsolidasi perbankan


Senin, 18 Agustus 2014 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. Jadwal KRL Jogja-Solo, pekan ini, Senin-Jumat, 6-10 Maret 2023


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indonesia perlu memiliki kondisi ekonomi yang baik dan sehat terutama menyambut masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Lantaran itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyetujui usulan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perihal rencana konsolidasi bank pelat merah. 

Menurut Dahlan, saat ini perekonomian Indonesia sudah  besar, sudah begitu maju tapi banknya tidak cukup kuat di tingkat  regional. Konsolidasi ini mungkin saja akan menimbulkan kehebohan, tapi tidak akan berlangsung lama. "Indonesia harus punya bank yang kuat,"kata Dahlan, Senin (18/8). 

Namun yang jelas hal ini tidak mungkin dilakukan dalam masa jabatan Dahlan yang tinggal dua bulan lagi, karena Prosesnya agak memakan waktu.

Sebenarnya, ada momentum bagus yaitu habisnya masa jabatan mayoritas direksi BNI yang bisa dilakukan untuk melakukan konsolidasi.  Karena biasanya konsolidasi banyak menimbulkan keberatan dari direksinya. "Nah ini kebetulan direksinya masa jabatannya habis, jadi harus dimanfaatkan," kata Dahlan.

Soal konsolidasi ini, konsultan sudah membuat blue print sejak lima tahun atau delapan tahun lalu. Peran bank BUMN sangat dominan di industri keuangan karena cukup kompetitif.

Pihak Kementerian BUMN pun mengaku bakal mengajukan usulan konsolidasi tersebut pada awal Oktober mendatang. Hasil pembahasan konsolidasi bank pelat merah tersebut akan diajukan, sebelum berakhirnya masa pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×