kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dana kelolaan Dapen BRI Rp 15,7 T di Juli 2016


Kamis, 11 Agustus 2016 / 19:59 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia (Dapen BRI) hingga akhir Juli 2016 sebesar Rp 15,71 triliun. Budi Purwanto, Direktur Investasi Dana Pensiun BRI menjelaskan, dari total dana kelolaan tersebut, pihaknya memarkirkan dana pensiunan ke berbagai instrumen investasi.

Porsi terbesar ditempatkan pada instrumen surat berharga negara (SBN) sebesar 20,90%. Porsi ini telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mensyaratkan kepemilikan minimum dana pensiun pada SBN sebesar 20% hingga akhir tahun.

"Porsi investasi terbesar kedua kami benamkan pada obligasi korporasi sebesar 20,73%. Selanjutnya 19,25% dialokasikan dalam bentuk saham," terang Budi kepada KONTAN, Kamis (11/8).

Selanjutnya Dapen BRI berinvestasi pada tanah dan bangunan sebesar 15,83% dari total dana kelolaannya. Adapula investasi perusahaan melalui penyertaan langsung sebesar 10,16%. Disusul instrumen deposito yang menjadi tempat parkir Dapen BRI sebesar 9,03%.

Adapun sebagian kecil dana pensiunan juga tersebar pada instrumen reksadana sebesar 3,19% dan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) sebesar 0,18%.

Dari racikan kelolaan tersebut, Dapen BRI berhasil mencetak return investasi sebesar 12,6%. Menurutnya, pencapaian return tersebut salah satunya ditopang oleh indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menorehkan kinerja menanjak belakangan ini. Otomatis, cuan yang diperoleh dari kenaikan harga saham turut menyuburkan return anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ini.

"Saat ini, kami lebih banyak berinvestasi pada emiten-emiten properti, infrastruktur dan consumer goods. Kami melihat prospek pada sektor-sektor tersebut masih menjanjikan pertumbuhan," terang Budi, Kamis (11/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×