kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.000   37,00   0,21%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Dana kelolaan MMI naik jadi Rp 22 triliun


Selasa, 17 Juni 2014 / 19:58 WIB
ILUSTRASI. Ucapan Hari Raya Imlek bahasa Inggris. 


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar Rp 22 triliun atau naik 14% secara year to date (17/6).

Direktur MMI, Wendy Isnandar mengatakan kenaikan dana kelolaan ini terutama didukung oleh produk reksadana proteksi dan reksadana pasar uang. Menurutnya, produk pasar uang saat ini masih diminati oleh para investor karena tingkat bunga yang ditawarkan bank masih cukup tinggi.

"Minat investor masih tinggi karena bunga yang ditawarkan bank bisa  mencapai 10%-12%, cocok bagi mereka yang ingin hasil investasi yang lebih pasti dan menginginkan investasi dalam jangka pendek," ujarnya, Selasa (17/6).

Selain itu, kata Wendy, kenaikan dana kelolaan tersebut juga didukung oleh masuknya investor asing ke reksadana proteksi. "Ada investor asing yang masuk ke dalam produk proteksi sehingga membuat dana kelolaan tumbuh signifikan," ujarnya.

Sedangkan pada reksadana saham justru mengalami penurunan karena banyak investor yang melakukan redemption. "Saham justru banyak yang redemption karena nilainya saat ini sedang tinggi," kata Wendy.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana kelolaan reksadana (tidak termasuk reksadana penyertaan terbatas) hingga akhir Mei 2014 lalu mencapai Rp 200,69 triliun. Sedangkan di akhir tahun 2013, dana kelolaan tercatat mencapai Rp 190,01 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×