kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dana kelolaan MMI naik jadi Rp 22 triliun


Selasa, 17 Juni 2014 / 19:58 WIB
ILUSTRASI. Ucapan Hari Raya Imlek bahasa Inggris. 


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar Rp 22 triliun atau naik 14% secara year to date (17/6).

Direktur MMI, Wendy Isnandar mengatakan kenaikan dana kelolaan ini terutama didukung oleh produk reksadana proteksi dan reksadana pasar uang. Menurutnya, produk pasar uang saat ini masih diminati oleh para investor karena tingkat bunga yang ditawarkan bank masih cukup tinggi.

"Minat investor masih tinggi karena bunga yang ditawarkan bank bisa  mencapai 10%-12%, cocok bagi mereka yang ingin hasil investasi yang lebih pasti dan menginginkan investasi dalam jangka pendek," ujarnya, Selasa (17/6).

Selain itu, kata Wendy, kenaikan dana kelolaan tersebut juga didukung oleh masuknya investor asing ke reksadana proteksi. "Ada investor asing yang masuk ke dalam produk proteksi sehingga membuat dana kelolaan tumbuh signifikan," ujarnya.

Sedangkan pada reksadana saham justru mengalami penurunan karena banyak investor yang melakukan redemption. "Saham justru banyak yang redemption karena nilainya saat ini sedang tinggi," kata Wendy.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana kelolaan reksadana (tidak termasuk reksadana penyertaan terbatas) hingga akhir Mei 2014 lalu mencapai Rp 200,69 triliun. Sedangkan di akhir tahun 2013, dana kelolaan tercatat mencapai Rp 190,01 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×