Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatat dana kelolaan nasabah di segmen BNI Private dengan minimum AUM Rp 15 miliar tumbuh 30% secara tahunan hingga April 2026.
GM Wealth Management BNI Henny Eugenia mengatakan, pertumbuhan industri wealth management turut tercermin pada bisnis private banking BNI.
“Sejalan dengan pertumbuhan industri, bisnis wealth management di BNI juga mengalami pertumbuhan positif,” ujar Henny kepada Kontan, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Saham Big Banks Dilanda Aksi Jual Asing Saat BI Putuskan Kerek BI Rate
Ia menjelaskan, saat ini komposisi portofolio nasabah masih didominasi produk saving account dan deposito. Meski demikian, permintaan terhadap produk pasar modal mulai meningkat signifikan.
Menurut Henny, produk seperti surat berharga dan reksadana mulai menjadi alternatif investasi yang diminati karena menawarkan diversifikasi portofolio, termasuk produk syariah, offshore, hingga instrumen valuta asing.
BNI optimistis bisnis wealth management masih akan tumbuh agresif hingga akhir tahun seiring transformasi digital dan penguatan layanan kepada nasabah affluent.
Untuk menggenjot bisnis ini, BNI mengandalkan strategi pengembangan layanan multicurrency, akses global privileges, serta dukungan dedicated relationship manager dan investment specialist.
“Gejolak ekonomi global membuat nasabah membutuhkan insight investasi yang lebih memadai untuk menjaga portofolionya,” katanya.
Baca Juga: Bank BJB Cetak Laba Rp 410,15 Miliar di Kuartal I-2026
Selain fokus pada pertumbuhan dana nasabah existing, BNI juga mempercepat akuisisi nasabah baru dan pengembangan fitur investasi melalui aplikasi wondr by BNI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













