kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Dana Pasar Uang Sucorinvest Asset Management Tumbuh 90,57% pada Semester I-2025


Rabu, 16 Juli 2025 / 11:20 WIB
Dana Pasar Uang Sucorinvest Asset Management Tumbuh 90,57% pada Semester I-2025
ILUSTRASI. Sucorinvest Asset Management mencatat Dana kelolaan reksa dana pasar uang mereka naik 90,57% secara tahunan


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sucorinvest Asset Management mencatat pertumbuhan tajam pada produk reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap di tengah tingginya volatilitas pasar sepanjang semester I 2025. 

Dana kelolaan reksa dana pasar uang mereka naik 90,57% secara tahunan, sementara pendapatan tetap tumbuh 29,50% YoY per akhir Juni 2025.

Direktur Investasi Sucorinvest AM, Dimas Yusuf menjelaskan bahwa lonjakan tersebut didorong oleh minat investor terhadap instrumen berisiko rendah. 

Sentimen positif terhadap potensi pelonggaran suku bunga acuan Bank Indonesia juga turut memperkuat daya tarik instrumen pasar uang dan obligasi.

Baca Juga: Nusa Raya Cipta (NRCA) Beri Penjelasan ke Bursa Soal Volatilitas Transaksi

“Volatilitas pasar saham dan belum pastinya arah suku bunga The Fed mendorong minat investor terhadap instrumen investasi dengan volatilitas yang lebih rendah,” ujar Dimas kepada Kontan, (16/7).

Sucorinvest mengadopsi strategi investasi yang aktif dan responsif untuk menghadapi dinamika tersebut. Untuk portofolio saham, fokus diarahkan pada emiten defensif yang memiliki fundamental kuat dan valuasi menarik. Pendekatan ini bertujuan menjaga stabilitas kinerja di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, pengelolaan portofolio berbasis obligasi dilakukan dengan penyesuaian terhadap durasi dan kualitas kredit secara aktif. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara imbal hasil dan risiko sesuai kondisi pasar terkini.

Perusahaan juga mencermati faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan arah kebijakan perdagangan AS, yang dipandang masih berpotensi menimbulkan tekanan lanjutan terhadap pasar hingga akhir 2025.

Baca Juga: Kesepakatan Dagang RI-AS Berpotensi Bebani Neraca Dagang dan Pertumbuhan Ekonomi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×