kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Danamon : NIM tak bisa langsung bipangkas


Senin, 24 Januari 2011 / 08:43 WIB


Reporter: Wahyu Satriani |

JAKARTA. PT Bank Danamon Tbk (BDMN) mengaku tidak dapat menekan margin bunga alias net interest margin (NIM) dalam waktu dekat. Wakil Direktur Utama Bank Danamon Jos Luhukay mengatakan penurunan NIM harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi pasar.

"Penurunan NIM nanti akan terjadi dengan sendirinya. Tetapi secara perlahan namun pasti perubahan akan terjadi ," ujarnya, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution meminta perbankan nasional bekerja lebih keras untuk meningkatkan efisiensi agar kredit bank tetap bersaing.

Salah satu efisiensi itu adalah menekan NIM. Saat ini, tingkat efisiensi perbankan Indonesia masih paling rendah, namun sebaliknya NIM perbankan tercatat paling tinggi di antara negara-negara di kawasan ASEAN.

Akhir Desember 2010, rasio beban operasional terhadap beban operasional (BOPO) perbankan 81,6%, dan NIM 5,8%. Bandingkan dengan di SIngapura, Malaysia dan FIlipina yang angka BOPO berada di 32,7%-73,1% dan NIM 2,2-4,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×