kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Danamon Optimistis Trade Finance Terus Tumbuh Meski Rupiah Tertekan


Jumat, 05 Juni 2026 / 23:27 WIB
Danamon Optimistis Trade Finance Terus Tumbuh Meski Rupiah Tertekan
ILUSTRASI. Bank Danamon (Dok/Danamon)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Danamon Tbk berhasil menjaga kinerja bisnis trade finance tetap positif di tengah gejolak ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Trade finance adalah layanan keuangan bank yang diberikan untuk membantu  pembiayaan atau jaminan keamanan pada aktivitas perdagangan nasabah, baik domestik maupun internasional.

Dengan adanya tren pelemahan rupiah yang terjadi saat ini, Bank Danamon mengaku memang terdapat tantangan bagi perkembangan bisnis trade finance.

Direktur Bank Danamon, Herry Hykmanto mengatakan, lemahnya kurs rupiah saat ini tentu berdampak pada bisnis trade finance, karena berkaitan dengan kegiatan ekspor-impor nasabah.

Baca Juga: Bank Jakarta Bidik Peran sebagai Financial Operating System Kota Masa Depan

Ketika rupiah melemah, Herry menyebut biaya pebisnis untuk melakukan impor akan jadi lebih mahal dan cenderung hati-hati. Sebab itu, permintaan trade finance dari kegiatan impor bisa mengalami penurunan.

Akan tetapi, di saat yang sama, Herry bilang bisnis trade finance punya peluang keuntungan lebih dari permintaan ekspor.

"Volatilitas rupiah memang berdampak pada meningkatnya biaya impor, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi pelaku ekspor," kata Herry kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).

Permintaan ekspor akan meningkat karena harga bahan baku domestik saat ini menjadi lebih murah bagi pihak asing. Dengan begitu, permintaan layanan trade finance dari ekspor pun berpotensi meningkat.

Alhasil, Herry menyebut bisnis trade finance Bank Danamon masih terus bertumbuh positif dengan didorong oleh pembiayaan ekspor-impor yang terus terjaga.

"Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan nasabah tetap relatif stabil dan resilien. Permintaan pembiayaan ekspor-impor secara umum masih solid," ucapnya.

Adapun Herry mencatat hingga kuartal 1-2026, total kredit dan trade finance konsolidasian Bank Danamon sebesar Rp 216,2 triliun atau meningkat 9% yoy.

Ia optimistis bisnis trade finance Bank Danamon akan terus bertumbuh hingga akhir tahun 2026. Ia bilang, Bank Danamon punya peluang besar di bisnis ini dengan adanya jaringan internasional dari grup MUFG.

"Ke depan, Danamon memproyeksikan bisnis trade finance akan terus bertumbuh secara berkelanjutan, sejalan dengan target pertumbuhan yang ditetapkan regulator," ucapnya.

Baca Juga: Oona Insurance &Prodigi Hadirkan ProPadel Protection bagi Operator Fasilitas Olahraga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×