kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,95   -3,63   -0.37%
  • EMAS958.000 0,10%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Daya ungkit dana PEN di bank daerah tak merata


Rabu, 25 November 2020 / 21:47 WIB
Daya ungkit dana PEN di bank daerah tak merata
ILUSTRASI. Obligasi Bank Sumut: Pelayanan nasabah di Kantor Cabang Bank Sumut, Panglima Polim, Jakarta Selatan, Kamis (26/5). KONTAN/Baihaki/26/5/2011


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebelas bank daerah berhasil menyalurkan kredit Rp 30,1 triliun yang berasal dari penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 14,0 triliun. Meski demikian, ekspansi tersebut masih didominasi bank daerah besar. 

Kementerian Keuangan (Kemkeu) sampai 20 November 2020 mencatat baru ada empat bank daerah yang telah memenuhi target ungkit sampai dua kali lipat dari nilai penempatan dana.

Mereka adalah Bank BJB yang menyalurkan Rp 9,2 triliun dari penempatan Rp 2,5 triliun, Bank Jateng menyalurkan Rp 6,2 triliun dari dana Rp 2,0 triliun, selanjutnya Bank Jatim menyalurkan Rp 5,3 triliun dari Rp 2,0 triliun penempatan dana, kemudian BPD Bali menyalurkan Rp 1,7 triliun dari penempatan Rp 700 miliar.

Baca Juga: Bank daerah tergiur bunga murah dana PEN

Ketua Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana bilang permintaan kredit di sejumlah daerah yang masih lesu akibat pandemi jadi salah satu alasannya.  “Pada Bank DKI, Bank Sumut, dan Bank Kalbar permintaan terhadap kredit masih menurun seiring kegiatan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Rabu (25/11).

Heru turut memberikan catatan khusus untuk Bank DKI yang realisasi penyalurannya kredit dari dana PEN lebih banyak disalurkan dalam bentuk kredit talangan kepada badan usaha daerah. 

Adapun di Bank Sumut disebut Heru sangat selektif menyalurkan kredit. Apalagi masih ada sejumlah proyek sindikasi Bank Sumut yang tertunda. Meski demikian, Corporate Secretary Bank Sumut Syahdan Siregar masih optimistis dapat memenuhi target ungkit dua kali dari nilai penempatan dana. “Target leverage Rp 2 triliun bisa kami penuhi sesuai tenor penyimpanan selama enam bulan. Realisasinya paling banyak ke ritel sudah 40%,” ungkapnya kepada KONTAN.

Adapun dari catatan Kemkeu, dari dana PEN senilai Rp 1 triliun yang diterima Bank Sumut, telah disalurkan menjadi kredit Rp 605 miliar dengan perincian Rp 560 miliar ke sektor UMKM, dan Rp 45 miliar kepada sektor konsumer. 

Baca Juga: Antisipasi krisis keuangan, pemerintah ajukan RUU omnibus law sektor keuangan

Dari sebelas bank yang menerima penempatan dana PEN, Bank Sumut tercatat menerima dana paling terakhir bersama Bank Jambi yang menerima penempatan Rp 300 miliar pada 9 Oktober 2020 lalu. 

Sementara Direktur Pemasaran Bank DIY Agus Trimurjanto juga optimistis target yang diberikan dapat dipenuhi perseroan pada sampai jatuh tempo penempatan dana Februari 2021 mendatang. “Sampai 19 November 2020, dana PEN yang sudah tersalurkan senilai Rp 1,12 triliun dengan sektor perdagangan yang mendominasi. Sampai Februari 2021 kami optimistis target leverage tercapai,” ungkapnya pada KONTAN.

Selanjutnya: Bertambah, sebanyak 11 BPD ajukan penempatan dana PEN

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag


TERBARU

[X]
×