kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

DBS dan BCA Bantah Rumor Merger


Sabtu, 31 Oktober 2026 / 06:58 WIB
DBS dan BCA Bantah Rumor Merger
ILUSTRASI. Menara BCA (Dok/BCA)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tengah pekan ini, industri perbankan sempat diramaikan rumor soal rencana merger PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan bank asal Singapura, DBS.

Namun, kabar rencana merger itu langsung ditepis kedua bank terbesar. Setelah sebelumnya DBS lebih dulu membantah rumor tersebut, kini giliran BCA yang memberi bantahan.

Corporate Secretary BCA Rudi Budiarjo menegaskan, kabar merger tersebut tak benar. "Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar terkait rumor merger BCA dengan anak perusahaan DBS, dengan ini kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," sebutnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026).

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Melemah Sepekan, Simak Sentimen dan Rekomendasi Analis

Rudi mengimbau agar masyarakat mengakses informasi dari sumber-sumber yang terpercaya, baik itu situs resmi BCA maupun media yang kredibel.

Ia juga menegaskan, BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi berlaku.

Sebelumnya, Bank DBS Indonesia juga telah angkat bicara soal beredarnya rumor terkait. Head of Group Marketing & Communication Bank DBS Indonesia Mona Monika memastikan bahwa rumor yang beredar tersebut tak benar. “Isu tersebut tidak benar adanya,” ujarnya singkat saat dihubungi Kontan, Kamis (29/10/2026). 

Pada Rabu (28/10/2026), media sosial diramaikan dengan isu merger antara dua bank swasta besar ini. 

Spekulasi ini muncul di tengah penguatan harga saham BBCA hingga 7% dalam sehari di hari tersebut, mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cuma menguat 0,31%. 

DBS Bank yang berbasis di Singapura sebelumnya juga telah membantah rumor tersebut. “Rumor tersebut tidak benar,” sebut Juru Bicara DBS Bank, dilansir dari The Straits Times. 

Dalam spekulasi yang beredar, BCA diisukan bakal menjadi entitas yang bertahan setelah merger. Disebutkan juga bahwa pemegang saham DBS Indonesia bakal menerima saham baru BCA sebagai kompensasi. 

Ini menjadi rumor merger kedua yang menerpa BCA. Mengingatkan saja, belum lama ini BCA juga diisukan bakal dibeli oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam. 

Namun, BCA segera menepis kabar tersebut dan memastikan bakal beroperasi dengan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: Pengembalian Dana Nasabah Bank BUMN Tak Serta-merta Jadi Kerugian Negara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×