kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Digitalisasi pembukaan rekening baru, Bank Commonwealth hemat hingga 80%


Kamis, 22 November 2018 / 22:28 WIB

Digitalisasi pembukaan rekening baru, Bank Commonwealth hemat hingga 80%
ILUSTRASI. Digital banking Commonwealth Bank Indonesia

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Commonwealth akan melakukan efisiensi dengan melakukan digitalisasi pelayanan bank.

Head of Wealth Management and Retail Digital Business Bank Commonwealth Ivan Jaya menyebut salah satu upaya yang dilakukan Bank Commonwealth adalah mendigitalisasi pembukaan rekening baru. Bank mengandeng fintech Tyme yang mampu membuka rekening baru dalam waktu 10 menit.


"Cukup meletakan kartu tanda penduduk digital (e-KTP) dan langsung terverifikasi dan langsung keluar debit card, mobile banking, dan internet banking. Saat ini ada 100 unit TymeDigital di sekitar 8-10 kota," ujar Ivan di Jakarta Kamis (22/11).

Ivan bilang pada inisiatif produk ini yang diluncurkan pada Agustus 2017,Commonwealth menginvestasikan dana sebesar US$ 5 juta. Dalam satu tahun ke depan, Ivan menargetkan akan menambah unit TymeDigital menjadi 200 unit.

"Belanja modalnya tidak bisa saya informasikan secara detail, tapi sudah ada di bujet operasional. Ini tidak akan mahal, mahalnya hanya di awal saja," tambah Ivan.

Melalui inovasi ini, Ivan bilang terjadi efiensi hingga 80% dari ongkos pembukaan rekening. Mulai dari kertas, pemasukan data, hingga pencetakan jadi lebih hemat.

"Adanya inovasi ini, produktivitas bank makin meningkat. Bila sebelumnya kurang dari 1.000 akun, lewat digitalisasi ini kurang dari 12 bulan, jumlah nasabah naik hingga delapan kali lipat," tutur Ivan.

Selain itu, Commonwealth juga tengah menyiapkan pembukaan rekening lewat ponsel. Namun, Ivan menilai nasabah Indonesia masih membutuhkan interaksi sehingga bank masih akan mengembangkan TymeDigital.

Sedangkan untuk pengajuan kredit tanpa agunan (KTA) sudah bisa dilakukan melalui e-channel. Namun Ivan menekankan, Bank tetap penyaluran kredit secara prudent dengan menggunakan big data yang sudah ada.


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×