kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Dirut BCA keluhkan perizinan produk digital banking yang lama


Kamis, 15 November 2018 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengeluhkan perizinan produk digital banking ke regulator yang cukup lama.

Menurut Jahja, untuk membuat program digital baru biasanya hanya perlu waktu satu minggu. “Namun untuk approval kadang membutuhkan waktu enam bulan,” kata Jahja dalam acara Indonesia Banking Expo 2018, Kamis (15/11).

Menurut Jahja ini merupakan faktor yang harus dihadapi banking. Lantaran perizinan yang lama, Jahja bilang pengembangan produk digital bank tidak akan secepat fintech.

Ke depan, Jahja berharap masalah ini bisa diselesaikan. Misalnya, pengetesan dulu dengan menggunakan sampel nasabah. Jika tes ini berhasil produk ini bisa dirilis ke masyarakat yang lebih besar.

Selain masalah sumber daya yang lama, BCA juga mengeluhkan terkait dengan sumber daya manusia pengembangan fintech juga relatif sulit untuk dicari. Hal ini salah satunya disebabkan karena generasi milennial biasanya memilih untuk bekerja di lingkungan yang mendukung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×