kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Ditopang pertumbuhan pembiayaan, laba bersih BCA Syariah capai Rp 58,4 miliar


Kamis, 28 Februari 2019 / 13:06 WIB

Ditopang pertumbuhan pembiayaan, laba bersih BCA Syariah capai Rp 58,4 miliar
Paparan kinerja BCA Syariah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatatkan pertumbuhan laba setelah pajak dimencapai Rp58,4 miliar atau meningkat sebesar 22,0% secara tahunan atau year on year (yoy) pada 2018. Sedangkan pada 2017 yaitu sebesar Rp47,9 miliar. 

"Peningkatan laba perusahaan diantaranya ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 16,91% yoy mencapai Rp4,9 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun," ujar Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih dalam pemaparan kinerja BCA Syariah 2018 pada Kamis (28/2).


Lanjut John pembiayaan BCA Syariah ditopang oleh sektor komersial sebesar 76,11% atau Rp 3,72 triliun. Lalu sektor UMKM sebesar 20,1% senilai Rp 1,01 triliun. Sedangkan sektor konsumer hanya 3,79% atau Rp 162 miliar.

Adapun rasio pembiayaan bermasalah kotor atau gross non performing financing (NPF) naik tipis dari 0,32% menjadi 0,35% di 2018. Sedangkan NPF nett sebesar 0,04% di 2017 menjadi 0,28% di 2018.

"Terkait NPF yang besar itu hanya dari dua debitur. Dua-duanya ada di konsumer di produk KPR," tutur John.

Guna mengimbangi penyaluran pembiayaan, BCA Syariah mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 5,5 triliun. Nilai ini tumbuh 16,25% yoy menjadi Rp 4,7 triliun. Adapun rasio dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 18% dari total DPK BCA Syariah.

Berkat kinerja tersebut, Aset BCA Syariah sampai dengan Desember 2018 tercatat mencapai Rp7,1 triliun atau meningkat 18.5% yoy dari sebelumnya sebesar Rp6 triliun. 

Sementara rasio keuangan BCA Syariah untuk net imbalan (NI) naik dari 4,25% menjadi 4,43%. Adapun return on asset (ROA) tetap di 1,17%. 

Sedangkan return on equity naik dari 4,28% menjadi 5,01%. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) naik tipis dari 87,2% menjadi 87,43%. Sedangkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) turun dari 29,39% menjadi 24,27%.

"Penurunan CAR karena modal digunakan untuk melakukan ekspansi pembiayaan. Setiap pertumbuhan pembiayaan sekitar 17%, CAR turun 5% sampai 7%," pungkas John.


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0535 || diagnostic_web = 0.3460

Close [X]
×