kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Dongkrak kredit, BI perlu longgarkan kebijakan


Kamis, 16 Juni 2016 / 11:03 WIB
Dongkrak kredit, BI perlu longgarkan kebijakan


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Hari ini (16/6), Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juni 2016 untuk memutuskan suku bunga acuan (BI rate). Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan PT Bank Mandiri Tbk Siddiq A. Badruddin mengharapkan, selain BI rate, bank sentral perlu memutuskan untuk melonggarkan kebijakan yang berkaitan dengan kredit.

“BI perlu longgarkan kebijakan untuk dorong kredit seperti relaksasi loan to value (LTV) pada kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB),” katanya, Rabu (15/6).

Lanjutnya, pelonggaran LTV akan mendongkrak pertumbuhan KPR perbankan, serta sektor properti akan memberikan efek berkelanjutan di sektor lain.

Saat ini, BI tengah membahas rencana untuk melonggarkan LTV KPR dan KKB untuk membantu pertumbuhan kredit di tengah penyempitan permintaan pinjaman. Kajiannya, BI akan meringankan uang muka atau down payment (DP) pada KPR dan KKB, atau menghapuskan larangan KPR inden untuk rumah kedua dan selanjutnya.

Siddiq menambahkan, selain LTV pada KPR dan KKB. BI perlu berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait pelaporan data nasabah kartu kredit. Pasalnya, transparansi data tersebut membuat pemegang kartu kredit menahan diri untuk melakukan belanja (spending) menggunakan kartu.

“Pemegang kartu kredit mulai beralih ke pembayaran tunai atau cenderung tidak belanja,” terangnya. Bank pelat merah ini mencatat terjadi penurunan bisnis kartu kredit baik jumlah kartu ataupun volume transaksi, namun penurunan tidak besar karena diimbangi dengan kenaikan penerbitan kartu baru sebesar 2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×