Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan layanan digital perbankan semakin mengarah pada penguatan ekosistem berbasis gaya hidup.
Tak hanya berlomba menghadirkan fitur transaksi yang lengkap, perbankan juga mulai menggandeng berbagai merchant untuk mendorong penggunaan aplikasi digital sekaligus meningkatkan loyalitas nasabah.
Salah satunya PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS). Bank berkode saham SDRA ini menghadirkan cashback hingga Rp 15.000 di XXI Cafe bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan fitur QRIS pada aplikasi BWS Mobile. Program berlangsung hingga 30 September 2026.
Langkah tersebut menunjukkan, strategi digital banking kini tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan layanan keuangan, tapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kolaborasi dengan merchant di sektor hiburan menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan frekuensi transaksi digital sekaligus memperkuat keterikatan nasabah dengan aplikasi perbankan.
Analis Semesta Indovest Securities, Nicholas Dharmawan menilai, promosi cashback seperti BWS merupakan strategi akuisisi pengguna yang cukup efektif. Terutama bagi bank yang tengah memperluas penetrasi layanan digital.
"Program cashback bukan semata-mata bertujuan meningkatkan transaksi jangka pendek. Lebih penting membentuk kebiasaan nasabah menggunakan aplikasi digital bank untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Nicholas, dalam keterangannya, Kamis (30/7).
Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 21,41 Triliun terhadap 162.000 UMKM di Semester I 2026
Menurutnya, transaksi QRIS secara rutin akan meningkatkan engagement nasabah terhadap aplikasi BWS Mobile. Ketika pengguna mulai terbiasa bertransaksi melalui satu platform, peluang untuk memanfaatkan layanan perbankan lainnya juga akan semakin besar.
Hal tersebut menjadi fondasi penting bagi BWS untuk memperluas adopsi layanan digital. Semakin tinggi tingkat penggunaan aplikasi, semakin besar pula peluang bank meningkatkan volume transaksi sekaligus memperkuat hubungan dengan nasabah.
Nicholas menambahkan, strategi promosi merupakan amunisi awal dalam membangun ekosistem digital. "Dalam jangka panjang, strategi seperti ini membuka peluang bagi BWS menjadi transactional bank. Ketika volume pembayaran, transfer, QRIS, hingga transaksi harian terus meningkat, kontribusi pendapatan berbasis komisi berpotensi tumbuh lebih berkelanjutan," jelasnya.
Selain memperbesar volume transaksi, peningkatan aktivitas digital juga membuka peluang bagi BWS untuk melakukan cross-selling berbagai produk perbankan, seperti tabungan, deposito, pinjaman, hingga layanan investasi.
Menurut Nicholas, semakin tinggi frekuensi interaksi nasabah melalui aplikasi, semakin besar peluang bank menawarkan produk lain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














