kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

DPK Perbankan Tumbuh 8,1% di Oktober 2025, Melambat dari Pertumbuhan di September


Jumat, 21 November 2025 / 13:27 WIB
DPK Perbankan Tumbuh 8,1% di Oktober 2025, Melambat dari Pertumbuhan di September
ILUSTRASI. DPK tabungan tercatat mengalami pertumbuhan 7,2% secara tahunan menjadi Rp 2.996,6 triliun. KONTAN/Baihaki/5/11/2025


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) melambat pada Oktober 2025. Ini terungkap dalam Laporan Analisis Uang Beredar yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI), Jumat (21/11/2025).

BI mencatat, di Oktober 2025, DPK cuma tumbuh 8,1% secara tahunan menjadi Rp 9.153,6 triliun. Sementara di bulan sebelumnya, pertumbuhan DPK mencapai 8,4%. Di September, total DPK mencapai Rp 9.144,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh giro yang tumbuh sebesar 13,2% secara tahunan menjadi Rp 2.864,6 triliun. Sementara simpanan berjangka tumbuh sebesar 4,9% secara tahunan mencapai Rp 3.292,5 triliun.

Pertumbuhan giro dan simpanan berjangka ini juga melambat dibandingkan periode September 2025. Di bulan tersebut, giro tumbuh 13,7% secara tahunan, sementara simpanan berjangka tumbuh 5,9% secara tahunan.

Baca Juga: Laju Pertumbuhan DPK Kian Lambat, Ini Kondisinya di Sejumlah Perbankan

Kendati begitu, tabungan tercatat mengalami pertumbuhan 7,2% secara tahunan menjadi Rp 2.996,6 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 6,4% secara tahunan.

Perlambatan pertumbuhan DPK terjadi baik di segmen DPK rupiah maupun DPK valas. DPK rupiah tercatat cuma tumbuh 8,5% di Oktober 2025 mencapai Rp 7.799,3 triliun. Di September, pertumbuhannya mencapai 8,8%.

Sementara DPK valas tumbuh 5,9% di Oktober 2025, melambat dari 6,4% di September 2025. Total DPK valas mencapai Rp 1.354,3 triliun di Oktober 2025.

Baca Juga: DPK Perbankan Tumbuh Dua Digit, Bank Digital Catat Lonjakan Simpanan Nasabah

Pertumbuhan giro dan simpanan berjangka, baik di segmen rupiah maupun valas, sama-sama melambat. Sementara DPK tabungan menguat, baik di valas maupun di rupiah.

Di DPK tabungan rupiah, pertumbuhan mencapai 6,9% di Oktober menjadi Rp 2.783,7 triliun. Di September, pertumbuhannya cuma 6,4%.

Pertumbuhan DPK tabungan valas lebih dahsyat lagi, mencapai 10,8% menjadi Rp 212,8 triliun. Di September 2025, pertumbuhannya mencapai 7,3%.

Perlu dicatat, di Oktober, kurs rupiah tercatat menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Per akhir Oktober 2025, kurs rupiah setara Rp 16.631 per dolar As, naik 0,20%. Artinya, pertumbuhan DPK ini memang ditopang banyaknya valas yang masuk ke tabungan.

Selanjutnya: Cinema XXI Ketiga Kalinya Raih Indonesia's Best Managed Companies dari Deloitte

Menarik Dibaca: IHSG Sesi I Jumat Turun 0,24%, TPIA Pertahankan Posisi Saham Keempat Terbesar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×