kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   37,00   0,22%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

DPR kritik perbankan Indonesia terlalu berhati-hati


Selasa, 23 Januari 2018 / 14:50 WIB
DPR kritik perbankan Indonesia terlalu berhati-hati
ILUSTRASI. Rapat DPR


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengkritik industri perbankan Indonesia. Dalam kritiknya, anggota DPR mempertanyakan perbankan Indonesia yang terlalu berhati-hati melakukan ekspansi.

Ali Assegaf, Anggota Komisi XI DPR Nurhayati menanyakan alasan bank di Indonesia belum banyak yang membuka cabang di luar negeri.

"Padahal sekarang kan era masyarakat ekonomi ASEAN, kenapa bank di Indonesia tidak berekspansi ke 10 negara ASEAN," kata Ali kepada kontan.co.id, Selasa (22/1). Menurut anggota partai Demokrat ini, bank dan pemerintah terlalu berhati-hati.

Menjawab pertanyaan ini Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK bilang, regulator sudah mempunyai framework integrasi perbankan ASEAN.

"Terkait ekspansi bank ke luar negeri, Indonesia sudah mempunyai Asian Banking Integration Framework," kata Heru, Selasa (22/1).

Dengan aturan ini, maka bank luar negeri yang ingin masuk ke Indonesia harus menerapkan asas resiprokal. Namun Heru mengatakan langkah ekspansi ini tergantung dari kesiapan dari masing-masing bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×