kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

DPR nilai konsolidasi perbankan Indonesia tidak jelas


Senin, 22 Januari 2018 / 17:46 WIB
ILUSTRASI. Deretan Mesin ATM Bank BUMN


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatakan bahwa peta konsoldiasi perbankan di Indonesia masih kurang jelas. Hal ini karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai kurang transparan dalam roadmap konsolidasi perbankan ini.

Andreas Eddy Susetyo, Anggota Komisi XI DPR Fraksi PDIP bilang, dalam proses konsolidasi perbankan saat ini masih didominasi oleh pemain asing.

"Bank BUMN perannya masih kurang dalam proses konsolidasi perbankan saaat ini," kata Andreas dalam RDP DPR, Senin (22/1).

Menurut catatan Andreas, saat ini banyak institusi keuangan asing memanfaatkan konsolidasi bank di Indonesia untuk mengembangkan bisnis teknologi finansial baru di luar bank induk.

Institusi asing tersebut ingin membuat bisnis berbeda dengan induknya. Terkait ini, Andreas bilang bank Indonesia masih mengalami ketertinggalan terkait ini.

Jika OJK tidak sigap dalam menerapkan peta konsolidasi maka industri keuangan Indonesia akan ditinggal. Dalam konteks ini, Andreas memberikan contoh kabar terakhir dimana lembaga keuangan Jepang telah mengakusisi salah satu bank swasta besar di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×