kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekspansi ke Ranah Digital, Perbankan Dirikan dan Perkuat Anak Usaha Modal Ventura


Jumat, 11 Februari 2022 / 14:37 WIB
Ekspansi ke Ranah Digital, Perbankan Dirikan dan Perkuat Anak Usaha Modal Ventura
ILUSTRASI. Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat digitalisasi makin diterima oleh masyarakat, perbankan terus melakukan ekspansi dengan mendirikan maupun memperkuat anak usaha yang bergerak di modal ventura. 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk misalnya tengah menyiapkan strategi untuk memiliki lini bisnis yang bergerak pada modal ventura. Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menyatakan dalam rangka mendorong penciptaan inovasi dan pertumbuhan digital di Indonesia.

Ia menyatakan, BNI bermaksud untuk turut aktif mendukung hal tersebut. Salah satunya, saat ini BNI merencanakan untuk mendirikan perusahaan modal ventura.

"Skema yang akan digunakan adalah melalui pendirian perusahaan baru, sejalan dengan rencana business plan BNI. Dalam prosesnya analisa yg kami pertimbangkan adalah perkembangan pasar, bisnis dan industri. BNI sebagai perusahaan induk akan men-support dari sisi permodalan," ujar Novita kepada Kontan.co.id pada Rabu (9/2). 

Baca Juga: Beberapa Multifinance Siap Terbitkan Surat Utang di Kuartal Pertama 2022

Lanjut ia, Nantinya perusahaan modal ventura BNI akan menjadi strategic vehicle BNI Group dalam mengembangkan inovasi teknologi di internal grup perusahaan. Juga mendukung akselerasi transformasi digital yang dimana kesemua itu bertujuan untuk memberikan penciptaan nilai yang sinergis bagi BNI.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan fokus merealisasikan rencana bisnis untuk memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang modal ventura tahun ini. Aksi ini telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN pada 2019 lalu. 

Direktur Risk Management and Transformation Bank Tabungan Negara (BTN) Setiyo Wibowo menyatakan belum bisa memastikan kapan aksi ini bisa terwujud. Lantaran skema yang digunakan merupakan akuisisi sehingga masih membutuhkan kesepakatan dengan pemilik saham yang lama dari modal ventura yang diincar. 

"Masih dalam proses-lah. Harapannya, bisa rampung tahun ini, karena sudah dicantumkan di dalam rencana bisnis bank BTN," ujarnya kepada Kontan.co.id pada Kamis (10/2).

Ia menyatakan, modal ventura ini nantinya akan diarahkan untuk berinvestasi pada start up yang mendukung ekosistem perumahan sebagai fokus bisnis BTN. Juga kepada fintech payment guna mendukung bisnis BTN sebagai bank yang melayani simpanan bagi nasabah.  "Untuk memiliki anak perusahaan lainnya, tentunya BTN lihat. Tapi untuk saat ini, kita fokusnya untuk modal ventura," paparnya. 

Baca Juga: Pegadaian Raih Peringkat idAAA

Sebelumnya, Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo menyatakan BTN ingin melakukan diversifikasi produk bukan hanya untuk produk perbankan, tetapi juga keuangan.

Nah, dengan lisensi sebagai bank, maka perusahaan bisa memiliki asuransi jiwa, manajemen investasi dan lainnya.

Secara umum, menurut Haru, perluasan usaha ini bertujuan untuk memberikan pelayanan optimum dan beragam kepada nasabah. Namun bisa juga melalui kemitraan, perjanjian saluran distribusi dan lainnya.




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×