Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri fintech peer to peer (P2P) lending mencatatkan kinerja positif ditandai dengan bertumbuhnya perolehan laba. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan laba industri fintech lending mencapai Rp 1,36 triliun per Juli 2026.
"Nilainya tumbuh 18,20%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Senin (14/9).
Baca Juga: Garda Trip Asuransi Astra Tetap Raih Kinerja Positif di Tengah Risiko Bencana Alam
Jika ditelaah secara rinci berdasarkan data OJK, pertumbuhan laba fintech lending per Juli 2026 tercatat meningkat, dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya.
Adapun laba industri fintech lending mencapai Rp 1,15 triliun per Juni 2026. Nilainya bertumbuh sebesar 10,14%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Lebih lanjut, Agusman menerangkan peluang pertumbuhan laba industri fintech lending masih terbuka hingga akhir tahun. Dia bilang hal itu didukung pertumbuhan outstanding pembiayaan dan terjaganya kualitas portofolio.
OJK juga sempat menyebut tingkat pembiayaan bermasalah atau tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) dapat memberikan tekanan terhadap profitabilitas penyelenggara fintech lending. Meski demikian, Agusman menyebut industri tetap mampu mencatatkan peningkatan laba, seiring dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan.
Sebagai informasi, OJK mencatat, outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 105,63 triliun per Juli 2026. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 24,76% secara Year on Year (YoY).
Adapun tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Juli 2026 masih dalam kondisi terjaga dengan angka sebesar 4,32%.
Baca Juga: Sentimen Pergantian Menkeu Angkat Saham Big Banks, Simak Rekomendasi Analis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













