Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,44 triliun pada semester I-2026. Realisasi tersebut tumbuh 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,42 triliun.
Presiden Direktur PaninBank Herwidayatmo mengatakan, pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih seiring membaiknya margin bunga bersih alias net interest margin (NIM).
"Pendapatan bunga bersih naik 6,6% menjadi Rp 4,68 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,39 triliun," ujar Herwidayatmo dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: OCBC Bukukan Laba Rp 2,7 Triliun pada Semester I-2026, Kredit dan DPK Tumbuh 11%
Ia menjelaskan, penurunan suku bunga yang terjadi sejak pertengahan 2025 memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan NIM menjadi 4,55% pada Juni 2026, dari 4,23% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi intermediasi, PaninBank mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 139,64 triliun hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut turun 3,75% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang mencapai Rp 145,08 triliun.
Menurut Herwidayatmo, perlambatan kredit merupakan konsekuensi dari strategi perseroan yang lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Selama semester I-2026 PaninBank semakin selektif dalam memilih sektor, debitur, dan tujuan pembiayaan untuk menjaga kualitas portofolio kredit," katanya.
Sejalan dengan melambatnya pertumbuhan kredit, perseroan juga mengendalikan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga Juni 2026, DPK tercatat sebesar Rp 144,57 triliun, turun 4,2% YoY dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar Rp 150,98 triliun.
Untuk memperkuat struktur pendanaan, PaninBank menerbitkan sejumlah surat utang sepanjang semester I-2026. Perseroan menghimpun dana melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV senilai Rp 2,71 triliun, Obligasi Berkelanjutan V Tahap I sebesar Rp 500 miliar, serta Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Tahap I senilai Rp 50 miliar.
Baca Juga: Bank Raya Raup Laba Rp 12 Miliar Kuartal II-2026, Kredit Digital Tumbuh 22,6%
Di sisi lain, PaninBank terus meningkatkan komposisi dana murah (CASA). Rasio CASA meningkat menjadi 42% pada Juni 2026 dari 40% pada akhir Desember 2025, didorong oleh pertumbuhan tabungan dan giro melalui program Panin Super Bonanza.
Permodalan perseroan juga tetap kuat. Hingga semester I-2026, total modal PaninBank mencapai Rp 53,33 triliun, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat menjadi 35,93%, dari 35,47% pada Juni 2025.
Sementara itu, kualitas aset masih menjadi perhatian. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross meningkat menjadi 3,22% pada Juni 2026 dari 2,81% pada periode yang sama tahun lalu. Adapun NPL net naik menjadi 1,26%, dibandingkan 0,71% pada Juni 2025.
Secara konsolidasi, total aset PaninBank mencapai Rp 229,29 triliun hingga akhir Juni 2026, naik tipis dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar Rp 228,05 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














